Warga Bantah Pernyataan Metland Cyber Puri Kota Tangerang, Sebut Pengembang Tidak Kuasai Medan Lapangan

AKURAT BANTEN - Polemik banjir yang merendam ribuan warga di wilayah Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, kian memanas.
Setelah manajemen Metland Puri menyebut sampah warga sebagai penyebab utama, warga justru melancarkan bantahan keras dan menuding pengembang tidak memahami kondisi di lapangan.
Perwakilan warga, Damanhuri, secara tegas menyanggah klaim tersebut dalam forum pertemuan. Ia menilai tudingan Metland tidak berdasar dan cenderung menyudutkan warga.
Baca Juga: Tak Gengsi Turun ke Jalan: Pelajaran Hidup dari Pinkan Mambo yang Viral di Live TikTok
"Pak Anton, interupsi soal sampah. Bapak sudah jalan belum di drainase Puri 11? Sudah lihat belum selokan-selokan di sana? Hampir semua itu isinya sampah, bukan dari warga kami. Ada memang, tapi hanya berapa persen. Artinya bapak tidak menguasai data di lapangan," tegas Damanhuri saat memaparkan keluhan didalam forum Musyawarah di Kantor Kelurahan Parung Jaya.
Ia menyebut kondisi drainase di kawasan pengembang, khususnya Puri 11, justru dipenuhi sampah dan menjadi sumber persoalan yang selama ini tidak diakui.
Tak hanya itu, Damanhuri juga menyoroti absennya pihak Puri 11 dalam pembahasan, padahal kawasan tersebut diduga kuat berkontribusi terhadap aliran air ke permukiman warga.
Baca Juga: UTBK SNBT 2026 Resmi Dibuka, Ini Panduan Lengkap Agar Lolos Tanpa Kendala Fatal
"Saya berharap Puri 11 juga ada di sini. Saya mohon kepada bapak lurah agar menghadirkan pihak Puri 11," ujarnya.
Dia juga mendesak agar aktivitas pengurukan lahan di RS Mandaya dihentikan sementara, lantaran dikhawatirkan akan memperparah banjir dan dilakukan tanpa sosialisasi yang jelas.
"Kami juga memohon kepada bapak-bapak agar tidak melanjutkan proyek pengurukan sebelum kami mendapatkan informasi dan solusi yang terbaik," lanjutnya.
Lebih jauh, Damanhuri menyindir sikap pengembang yang dinilai cenderung lepas tangan dan justru memposisikan diri sebagai pihak terdampak.
"Metland dan Mandaya memposisikan diri sebagai korban, terus kami sebagai apa?" katanya.
Sebelumnya diberitakan, manajemen Metland Puri akhirnya angkat bicara terkait persoalan banjir dan polemik saluran irigasi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Serangan Israel di Markas UNIFIL Tewaskan Prajurit Indonesia, MUI Tuntut Pertanggungjawaban
Dept of Head Metland Cyber Puri, Anthon K Mendrofa, menyatakan pihaknya telah menyiapkan infrastruktur saluran irigasi sebagai langkah antisipasi.
"Kami sudah menyiapkan saluran irigasi 2x2 meter dari Parung Jaya ke Kali Angke," ujar Anthon.
Namun, ia mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan masih terkendala oleh banyaknya sampah yang menyumbat saluran air di lingkungan warga.
"Kami temui saluran dari warga dipenuhi sampah. Karena itu kami rutin melakukan pembersihan di saluran irigasi kami agar tidak terjadi penumpukan yang menyebabkan mampet," jelasnya.
Baca Juga: Bidan di Tangerang Jadi Korban Penipuan Loker Rumah Sakit
Selain itu, Metland juga mengklaim telah melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mengajak kerja bakti bersama.
"Kami juga terus mengedukasi warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan kerja bakti bersama agar tidak terjadi penumpukan sampah yang bisa memicu banjir," tambahnya.
Anthon turut menyebut bahwa banjir yang terjadi belakangan ini tidak sepenuhnya berasal dari dalam kawasan, melainkan diduga akibat lonjakan debit air dari luar wilayah.
Baca Juga: HARAM! Bagi Roy Suryo: Jokowi Buka Pintu Maaf Lebar untuk Pusaran Kasus Ijazah
"Sebenarnya dulu tidak separah ini. Tapi belakangan tiba-tiba ada debit air yang cukup besar. Informasi yang kami dapat, kemungkinan ada kiriman dari proyek lain," ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tetap akan mencari solusi dan mengaku kawasan Metland juga terdampak banjir.
"Yang pasti kami akan support untuk mencari solusi yang baik. Karena di sini kami juga terdampak, kawasan kami juga ikut kebanjiran," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Akurat Banten masih berupaya menggali informasi lebih lanjut dan berupaya mengkonfirmasi pihak Metland dan Puri 11 mengenai hal tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











