Serangan AS-Israel Hantam Selat Hormuz, Dua Dermaga Vital Iran Jadi Sasaran

AKURAT BANTEN - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan adanya serangan terhadap sejumlah fasilitas penting di Iran.
Dua dermaga strategis di wilayah Selat Hormuz dilaporkan menjadi sasaran serangan yang diduga melibatkan pasukan Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, insiden tersebut terjadi pada Rabu (1/4) dan menyasar beberapa titik vital di Provinsi Hormozgan.
Baca Juga: Gugatan PMH Lelang Aset Seret BPR Lestari Banten, KPKNL Tangerang II hingga BPN Kabupaten Tangerang
Wakil Gubernur Hormozgan, Ahmad Nafisi, mengungkapkan bahwa serangan menargetkan dermaga perikanan Doha yang berada di Pulau Qeshm. Selain itu, dermaga perikanan serta pelabuhan niaga di Bandar-e Charak juga turut diserang.
Akibat serangan tersebut, sejumlah korban dilaporkan mengalami luka-luka. Dua orang terluka di Pulau Qeshm, sementara tiga lainnya mengalami cedera di Bandar-e Charak berdasarkan hasil pemeriksaan awal.
Hingga saat ini, tim pencarian dan penyelamatan masih terus dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan memastikan kondisi di lokasi terdampak.
Baca Juga: Pura-pura Jadi Intel, Lansia Bermodal Pistol Mainan Berhasil Rampas Uang Ratusan Ribu
Tidak hanya itu, Nafisi juga menyebutkan bahwa serangan sebelumnya telah terjadi pada 31 Maret. Saat itu, Dermaga Bahman di Pulau Qeshm turut menjadi target.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fasilitas desalinasi air laut di pulau tersebut juga sempat diserang pada hari-hari awal konflik, menandakan bahwa infrastruktur vital menjadi fokus utama dalam eskalasi ini
Serangan juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Shahid Haghani yang terletak di Bandar Abbas pada Selasa, memperluas cakupan target di wilayah pesisir Iran.
Baca Juga: Trump Murka! Perancis Tak Izinkan Pesawat Militernya Melintas ke Israel, AS Ditinggal Sekutu?
Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran strategis yang vital bagi distribusi energi global. Setiap konflik di kawasan ini berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, khususnya sektor minyak dan gas.
Dengan meningkatnya intensitas serangan di wilayah tersebut, perhatian internasional kini tertuju pada perkembangan situasi yang dikhawatirkan dapat memicu konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










