Erupsi Gunung Dukono Kembali Meningkat, Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer Warga Diminta Waspada
AKURAT BANTEN - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, melaporkan aktivitas erupsi terbaru yang memuntahkan abu vulkanik hingga setinggi 1.400 meter dari puncak gunung.
Peristiwa tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung cukup aktif dan perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.
Petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono, menyampaikan bahwa kondisi gunung saat ini menunjukkan peningkatan aktivitas sehingga warga diminta tidak lengah terhadap potensi bahaya.
"Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Dukono kembali meningkat, kami meminta warga untuk tetap waspada," kata Bambang.
Baca Juga: WFH Segera Berlaku Sekali Sepekan, Ini Daftar Aplikasi Andalan agar Kerja Tetap Produktif dari Rumah
Ia menjelaskan bahwa letusan terjadi pada pukul 11.08 WIT dengan kolom abu yang terlihat menjulang tinggi ke udara.
Secara visual, abu vulkanik tampak berwarna putih hingga kelabu dengan tingkat ketebalan yang cukup pekat.
Arah sebaran abu terpantau condong ke barat daya mengikuti arah tiupan angin yang terjadi saat erupsi berlangsung.
“Iya, erupsi tadi sekitar pukul 11.08 WIT dengan ketinggian kolom abu teramati mencapai 1.400 meter di atas puncak gunung,” ujarnya.
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS di Perpres 79 Tahun 2025: Intip Jadwal Pengumuman Resmi dari Menkeu
Tidak hanya pengamatan secara kasat mata, aktivitas letusan juga tercatat melalui alat pemantau kegempaan atau seismograf.
Dari hasil pencatatan tersebut, erupsi memiliki amplitudo maksimum sebesar 27 mm dengan durasi mencapai kurang lebih 55,07 detik.
Data itu mengindikasikan bahwa aktivitas Gunung Dukono masih tergolong intens dan terjadi secara berkala dalam periode tertentu.
Gunung Dukono sendiri memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut dan saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada.
Baca Juga: Di Tengah Ketegangan Selat Hormuz, Kapal Filipina Diizinkan Lewat, Sara Duterte Malah Siap Nyapres
Status tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di atas kondisi normal sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di sekitar kawasan gunung.
Sebagai langkah antisipasi, pihak PGA Dukono mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang wajib dipatuhi oleh warga maupun wisatawan.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di area Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Larangan ini mencakup kegiatan pendakian maupun aktivitas lain yang berpotensi mendekatkan diri ke zona berbahaya.
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS di Perpres 79 Tahun 2025: Intip Jadwal Pengumuman Resmi dari Menkeu
Petugas juga mengingatkan bahwa karakter erupsi Gunung Dukono cenderung fluktuatif dan dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda pasti.
Sebaran abu vulkanik pun tidak dapat diprediksi secara pasti karena sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin yang berubah-ubah.
Akibatnya, wilayah yang terdampak abu dapat bergeser dari satu area ke area lainnya dalam waktu singkat.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik terjadi secara periodik dan sebarannya mengikuti arah angin, maka area landaan abu tidak tetap,” jelas Bambang.
Baca Juga: Di Tengah Ketegangan Selat Hormuz, Kapal Filipina Diizinkan Lewat, Sara Duterte Malah Siap Nyapres
Selain ancaman material vulkanik, abu yang beterbangan juga membawa risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan.
Partikel halus dari abu vulkanik dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut saat berada di wilayah terdampak.
Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk meminimalkan dampak buruk terhadap kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Baca Juga: Di Tengah Ketegangan Selat Hormuz, Kapal Filipina Diizinkan Lewat, Sara Duterte Malah Siap Nyapres
Hingga kini, kondisi Gunung Dukono masih terus dipantau secara intensif oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan koordinasi guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas gunung terus disampaikan kepada publik agar warga dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.
"Dengan aktivitas erupsi yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mengikuti seluruh imbauan resmi dari otoritas terkait guna meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Dukono," ujarnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










