Tragedi Proyek TB Simatupang, Empat Pekerja Tewas Tiga Alami Sesak Napas Diduga Terpapar Gas Tangki Air

AKURAT BANTEN - Kepolisian bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah insiden tragis menewaskan empat pekerja di sebuah proyek bangunan di kawasan Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Selain korban meninggal dunia, tiga pekerja lainnya dilaporkan mengalami sesak napas usai diduga menghirup gas dari dalam tangki air di lokasi proyek tersebut.
"Langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu mengamankan TKP, memasang garis polisi (police line) dan olah TKP di tempat kejadian," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Chepy Rusmanto.
Baca Juga: Kasus Paman Cabuli Ponakan di Kebayoran Baru Naik ke Tahap Penuntutan, Ancaman Hukuman Berat Menanti
Ia menjelaskan bahwa petugas tidak hanya melakukan pengamanan lokasi, tetapi juga langsung mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian.
Proses evakuasi terhadap para korban pun dilakukan dengan cepat, baik untuk korban meninggal dunia maupun yang mengalami gangguan pernapasan.
Seluruh korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna mendapatkan penanganan medis sekaligus keperluan identifikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Dapur MBG Duren Sawit Disetop Usai 72 Siswa Diduga Keracunan, Pemerintah Ambil Langkah Tegas
"Polisi saat ini masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut," lanjutnya.
Penanganan kasus ini berada di bawah Polsek Jagakarsa yang kini tengah mendalami dugaan kecelakaan kerja di proyek bangunan bertingkat tersebut.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menyita perhatian warga sekitar.
Dari kejadian tersebut, empat pekerja dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara tiga lainnya mengalami sesak napas akibat paparan gas yang diduga berasal dari tangki air.
Baca Juga: Satgas MBG Pandeglang Bungkam Soal Temuan Belatung, Warga Desak Dapur Umum Segera Ditutup
Adapun korban meninggal dunia diketahui berinisial YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, serta MF (19) yang juga berasal dari Bandung Barat.
Sementara itu, tiga korban yang mengalami sesak napas masing-masing berinisial UJ (41), SN (63), dan AJ (47) yang merupakan warga Purwakarta.
Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengonfirmasi jumlah korban dalam insiden tersebut, yakni empat orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami gangguan pernapasan.
Kejadian ini bermula ketika dua pekerja sedang menjalankan aktivitas di area proyek bangunan pada waktu yang sama.
Baca Juga: Dapur MBG Duren Sawit Disetop Usai 72 Siswa Diduga Keracunan, Pemerintah Ambil Langkah Tegas
Keduanya mendapat instruksi dari mandor untuk membersihkan penampungan air bersih yang berada di bagian bawah atau basement bangunan.
Saat proses pembukaan penutup tangki berlangsung, situasi tiba-tiba berubah menjadi berbahaya.
Salah satu pekerja dilaporkan terjatuh ke dalam lubang penampungan air dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Melihat kejadian tersebut, rekan kerja korban berusaha memberikan pertolongan secara spontan.
Baca Juga: Kasus Paman Cabuli Ponakan di Kebayoran Baru Naik ke Tahap Penuntutan, Ancaman Hukuman Berat Menanti
Namun, upaya penyelamatan itu dilakukan tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Akibatnya, rekan yang mencoba menolong justru ikut terjatuh ke dalam lubang penampungan air tersebut.
Situasi semakin memburuk ketika beberapa pekerja lainnya turut mencoba membantu tanpa perlindungan yang cukup.
Insiden berantai itu akhirnya menyebabkan empat orang terjatuh ke dalam tangki air.
Baca Juga: Satgas MBG Pandeglang Bungkam Soal Temuan Belatung, Warga Desak Dapur Umum Segera Ditutup
Selain risiko jatuh, kondisi di dalam tangki yang tertutup diduga mengandung gas berbahaya serta suhu panas yang memperparah keadaan.
Hal inilah yang menyebabkan sebagian korban mengalami sesak napas setelah terpapar udara beracun dari dalam tangki.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di setiap proyek konstruksi.
Pihak kepolisian kini terus mengumpulkan bukti serta keterangan tambahan untuk mengungkap secara jelas penyebab utama kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Kasus Paman Cabuli Ponakan di Kebayoran Baru Naik ke Tahap Penuntutan, Ancaman Hukuman Berat Menanti
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam kejadian yang merenggut nyawa para pekerja itu.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










