Banten

VIRAL! Warga Tapanuli Tengah dan Sibolga 'Serbu' Minimarket Demi Logistik: BNPB Ungkap Fakta Mengejutkan!

Saeful Anwar | 30 November 2025, 10:01 WIB
VIRAL! Warga Tapanuli Tengah dan Sibolga 'Serbu' Minimarket Demi Logistik: BNPB Ungkap Fakta Mengejutkan!

AKURAT BANTEN-Akses jalan terputus akibat bencana alam memicu kelangkaan pangan.

Video penjarahan minimarket beredar di media sosial, dan Kepala BNPB bahkan mengakui timnya sempat 'dicegat' warga yang kelaparan.

Apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana respons pemerintah?

Baca Juga: WASPADA! Kemenkes Ingatkan Bahaya Penyakit Mengintai Korban Banjir dan Longsor di Sumatera-Aceh

Aksi 'Penyerbuan' Minimarket Viral di Media Sosial

Kondisi darurat akibat terputusnya akses jalan di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga, Sumatra Utara, dilaporkan telah memicu krisis logistik yang mengkhawatirkan.

Puncaknya, sebuah video yang menunjukkan warga ramai-ramai merangsek masuk ke sebuah minimarket dan mengosongkan rak makanan, menjadi viral di media sosial.

Salah satu unggahan di Instagram oleh akun @sumutnusantara pada Sabtu, 29 November 2025, menampilkan jelas bagaimana sejumlah warga mengambil berbagai kebutuhan pokok dan makanan siap saji dari minimarket di kawasan Pandan.

“Akses jalan yang terputus membuat distribusi logistik belum dapat masuk secara normal. Beberapa minimarket di Pandan mulai dijarah karena sulitnya memperoleh kebutuhan pokok,” demikian keterangan yang menyertai unggahan tersebut.

Aksi serupa dilaporkan tidak hanya terjadi di Tapanuli Tengah dan Sibolga, tetapi juga di wilayah Aceh Tamiang yang turut terdampak.

Kejadian ini menyoroti betapa gentingnya situasi pangan di wilayah yang terisolasi pasca-bencana.

Baca Juga: Medan Darurat! 19 Kecamatan Terendam, Ribuan Warga Mengungsi, Wali Kota Tetapkan Status Tanggap Bencana

Logistik Bantuan BNPB Sempat 'Direbut' Warga Kelaparan

Situasi darurat ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto. Bahkan, Suharyanto mengungkapkan insiden dramatis yang dialami timnya saat mencoba mendistribusikan bantuan logistik.

"Memang berseliweran ya, bukan hanya di Aceh Tamiang, tadi di Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli Tengah saat kita mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsori, ada sekelompok masyarakat yang berusaha untuk merebut logistik itu,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers pada Jumat sore, 29 November 2025.

Alih-alih melawan, Suharyanto memilih mengambil langkah humanis yang mengejutkan: memerintahkan logistik itu untuk diberikan kepada warga.

 Baca Juga: Opini: Bukan Bencana Alam Biasa! Kayu Gelondongan Tapanuli: Bukti Bisu Kegagalan Negara dan Kerakusan Korporasi

Bukan Niat Jahat, Tapi Rasa Takut dan Lapar

Suharyanto kemudian menjelaskan bahwa aksi masyarakat yang terkesan 'merebut' logistik tersebut bukan didasari niat jahat, melainkan karena didorong oleh rasa takut dan kelaparan yang ekstrem.

“Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat tapi karena takut, mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu sehingga terkesan begitu,” jelasnya.

Menurutnya, begitu kebutuhan pokok mereka terpenuhi, warga menjadi tenang. Tim BNPB juga memberikan penjelasan dan jaminan bahwa bantuan logistik akan terus mengalir. Suharyanto mengakui bahwa kendala utama adalah keterbatasan kapasitas angkut bantuan ke daerah terisolasi.

Meski demikian, Suharyanto mengklaim situasi di Tapanuli Tengah maupun di Sibolga saat ini sudah mulai kondusif.

"Itu justru yang beredar di Jakarta sana malah kejadian di Sibolga dan Tapanuli Tengah, di Aceh Tamiang mungkin sama ya, apalagi masih putus. Jalur dari Banda Aceh dan Lhokseumawe masih putus, sehingga terisolir bahasanya,” tambahnya.

Baca Juga: 1 Hari Jelang Pencairan, Taspen Bongkar Fakta Mengejutkan soal Kenaikan Gaji Pensiunan 2025

Update Logistik: Sibolga Menerima Bantuan Lewat Udara

Update

Dalam kesempatan yang sama, BNPB memberikan pembaruan mengenai bantuan yang telah didistribusikan, terutama ke daerah-daerah yang paling sulit dijangkau.

Untuk Kota Sibolga yang terisolasi dan belum bisa ditembus lewat jalur darat, BNPB mengirimkan bantuan melalui udara:

Sembako: 200 paket

Makanan Siap Saji: 200 paket

Tenda Pengungsi: 1 unit

Matras dan Selimut: Masing-masing 100 lembar

Kasur: 20 unit

Logistik pendukung: Pompa, genset, dan perahu.

Sementara itu, Tapanuli Tengah juga sudah mulai menerima bantuan, meskipun jumlahnya masih minim. Suharyanto memastikan bahwa wilayah di luar Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah relatif lebih mudah ditembus, baik lewat darat maupun udara (**) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman