Banten

BNPB Catat 753 Korban Meninggal, Bantuan Mengalir dan Jalur Medan–Aceh Mulai Pulih Usai Bencana Sumatera

Andi Syafrani | 3 Desember 2025, 12:51 WIB
BNPB Catat 753 Korban Meninggal, Bantuan Mengalir dan Jalur Medan–Aceh Mulai Pulih Usai Bencana Sumatera

AKURAT BANTEN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Pada Rabu, 3 Desember 2025, korban jiwa tercatat terus bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian yang masih berlangsung di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Situasi di lapangan digambarkan belum stabil, mengingat sebagian kawasan masih terisolasi dan kebutuhan warga kian mendesak.

Baca Juga: Pedagang Gedebage Kian Terdesak, Minta Menkeu Purbaya Beri Jalan Keluar soal Larangan Thrifting

Dalam laporan resmi yang dipantau melalui situs BNPB pukul 09.00 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 753 jiwa. Sementara itu, sebanyak 650 orang masih dinyatakan hilang dan 2.600 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Skala dampak bencana kali ini membuat sejumlah daerah darurat logistik dan membutuhkan dukungan jangka panjang.

Tak hanya itu, jumlah warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya mencapai lebih dari setengah juta jiwa.

BNPB mencatat 576.300 orang kini berada di pengungsian, tersebar di berbagai titik di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Banyak di antara mereka mengungsi tanpa membawa barang apa pun, lantaran rumah mereka tersapu banjir bandang maupun longsor.

Baca Juga: Presiden Gerak Cepat Pastikan Infrastruktur Dasar Pulih demi Percepatan Penanganan Bencana

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan bahwa Kementerian Sosial telah menggelontorkan bantuan senilai sekitar Rp25 miliar untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.

“Untuk keseluruhan sudah kira-kira mencapai sekitar Rp25 miliar,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya.

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan baku dapur umum hingga dukungan bagi tenaga sosial yang bekerja langsung di lokasi bencana.

“Dalam bentuk natura maupun dalam bentuk-bentuk lain yang dipergunakan untuk keperluan dapur umum,” sambungnya.

Baca Juga: Kemenkes Gelar Ribuan Pos Kesehatan Demi Amankan Mobilitas Besar Saat Nataru

Menurut Gus Ipul, anggaran tersebut mencakup biaya operasional dan sumber daya manusia yang dikerahkan untuk membantu para penyintas.

“Ya dapur umum itu ada belanja-belanja bahan bakunya, tapi juga ada pembiayaan untuk SDM-nya,” jelasnya.

“Jadi semuanya itu kita coba terus bisa cukupi,” lanjutnya.

Kemensos melaporkan bahwa lebih dari 570 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) saat ini bekerja di lapangan untuk memastikan kebutuhan makanan warga terpenuhi. Mereka ditugaskan mengoperasikan sedikitnya 30 dapur umum yang tersebar di berbagai lokasi.

Baca Juga: Sinyal Darurat! Telkomsel Beri Internet, Telepon, dan SMS Gratis untuk Korban Bencana Sumatera: Ini Kode Rahasia UMB-nya!

“SDM Tagana juga berada di sana, ada sekitar 570 lebih SDM Tagana yang bekerja atau menjadi relawan di dapur-dapur umum kita,” kata Gus Ipul.

Selain Tagana, kekuatan tambahan dari TNI dan Polri juga diterjunkan untuk mempercepat distribusi bantuan. Aparat keamanan ikut mengoperasikan dapur umum, menyalurkan logistik, hingga membantu evakuasi warga dari kawasan yang masih sulit dijangkau.

“Tentu ada dapur umum dari TNI, dari Polri, dan dari yang lain-lain yang mencoba juga untuk memberikan dukungan,” ujarnya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Bupati Lebak Bebaskan Pajak P2 untuk Petani Kecil

Sementara itu, proses pembukaan akses jalur yang selama ini terputus juga terus dikebut. Salah satu fokus utama adalah membuka kembali jalur penghubung Medan menuju Aceh Tamiang, yang sebelumnya tertutup material longsor. Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dikerahkan untuk menyingkirkan lumpur, tanah, dan puing-puing yang menimbun jalan.

Dalam laporan BNPB pada Selasa, 2 Desember 2025, beberapa kendaraan mulai dapat melintas secara terbatas.

“Sejumlah kendaraan roda empat mulai dapat melewati jalur tersebut dengan kecepatan terbatas,” tulis BNPB.

Baca Juga: BREAKING NEWS JABAR: Dedi Mulyadi Bertindak! Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Demi Cegah Bencana Mengerikan 

Targetnya, jalur tersebut dapat pulih sepenuhnya pada Rabu, 3 Desember 2025. Dengan terbukanya akses Medan–Aceh Tamiang, jalur distribusi bantuan diperkirakan akan jauh lebih lancar menuju wilayah yang sebelumnya terisolasi, termasuk kawasan Langsa hingga Lhokseumawe.

Dengan perbaikan akses dan bantuan yang terus mengalir, pemerintah berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Namun, tantangan di lapangan masih besar: puluhan ribu rumah rusak, ribuan warga kehilangan anggota keluarga, dan proses pencarian korban hilang masih terus berkejaran dengan waktu. Seluruh pihak kini berharap cuaca bersahabat agar upaya penanganan dapat dilakukan tanpa hambatan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC