Cuaca Ekstrem Terjang Bandara Soetta, 40 Penerbangan Terdampak dan 12 Pesawat Dialihkan

AKURAT BANTEN - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai potensi windshear melanda kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin siang, 6 April 2026. Kondisi ini berdampak signifikan pada operasional penerbangan dan fasilitas terminal.
Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC), cuaca buruk tersebut mengganggu fase pendaratan puluhan pesawat.
Tercatat sebanyak 12 penerbangan terpaksa dialihkan (divert) ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta 1 penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).
Baca Juga: Ultimatum Trump Picu Serangan Mematikan, 25 Orang Tewas di Iran Konflik Timur Tengah Kian Memanas
Pihak bandara menegaskan telah melakukan koordinasi intensif dengan AirNav Indonesia dan maskapai untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Hal tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.
Meski berdampak pada jadwal terbang, seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron dipastikan tetap beroperasi normal tanpa adanya genangan air.
Namun, di sisi darat, hujan deras menyebabkan gangguan pada satu titik atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3. Insiden tersebut sempat terekam kamera pengguna jasa dan viral di media sosial.
Baca Juga: Pertamina Turunkan Ratusan Kapal Sekaligus Demi Misi Besar Jaga Energi hingga Pelosok Negeri
Yudis Tiawan, Assistant Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, menjelaskan bahwa gangguan tersebut segera ditangani oleh petugas di lapangan.
"Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan," ujar Yudis Tiawan.
Pihak pengelola bandara menyatakan bahwa personel terus bersiaga 24 jam untuk memantau infrastruktur bangunan guna meminimalisir dampak gangguan cuaca di masa mendatang.
Baca Juga: Putin Desak Trump Hentikan Perang Iran, Selat Hormuz Terancam Dunia Ikut Cemas
Sebagai langkah antisipasi, kata Yudis, pengguna jasa diimbau untuk rutin memantau perkembangan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau layar informasi di bandara, serta disarankan tiba lebih awal untuk mengantisipasi penyesuaian jadwal akibat cuaca ekstrem.
"Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar," tandasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










