Banten

BREAKING NEWS JABAR: Dedi Mulyadi Bertindak! Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Demi Cegah Bencana Mengerikan 

Saeful Anwar | 2 Desember 2025, 15:27 WIB
BREAKING NEWS JABAR: Dedi Mulyadi Bertindak! Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Demi Cegah Bencana Mengerikan 

• Inisiatif Drastis Gubernur Jabar: Larangan Tebang Hutan Segera Diberlakukan

AKURAT BANTEN—Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali membuat gebrakan yang berpotensi menjadi kebijakan paling krusial di wilayahnya.

Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Selasa, 2 Desember 2025, Dedi mengumumkan rencana mendesak untuk menetapkan moratorium penebangan hutan di seluruh area yang berpotensi memicu bencana alam.

Keputusan ini diambil sebagai respons cepat terhadap meni ngkatnya risiko musibah alam, sekaligus upaya untuk melindungi Jabar dari kerusakan ekologis lebih lanjut.

“Moratorium itu segera kami siapkan dan mungkin besok akan saya luncurkan,” tegas Dedi dengan nada serius dalam video tersebut, mengindikasikan bahwa kebijakan ini akan segera berlaku dalam hitungan jam.

Baca Juga: Dituding Biang Kerok Banjir Sumatera Era Menhut, Zulhas: ‘Begitu Berkuasa kah Saya?’ Ungkap Penyesalan Soal Tesso Nilo

Lebih Penting Melindungi daripada Sekadar Menanam: Filosofi Dedi Mulyadi

Moratorium ini bukan sekadar larangan, melainkan perwujudan dari filosofi konservasi yang diyakini oleh mantan Bupati Purwakarta ini.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa tindakan pencegahan dan perlindungan jauh lebih bernilai daripada upaya rehabilitasi semata.

Menurutnya, fokus berlebihan pada program penanaman kembali (reboisasi) tanpa menghentikan deforestasi adalah sia-sia:

“Menanam seribu pohon belum tentu menjadi seratus pohon (yang tumbuh), tetapi menebang seribu pohon sudah jelas kehilangan banyak manfaat bagi lingkungan,” jelas Gubernur.

Pernyataan ini menyoroti ironi praktik penebangan hutan yang terus berjalan paralel dengan gerakan penanaman pohon.

Pohon yang sudah berdiri kokoh selama puluhan tahun, dengan manfaat ekologis yang terbukti, tidak dapat digantikan dalam waktu singkat oleh bibit yang baru ditanam.

Baca Juga: Aksi Tegas Polda Banten: 28 Lokasi Tambang Disidak, Apa Hasilnya?

Oleh karena itu, menjaga pohon yang ada menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana.
Seruan Tobat dan Pengakuan Dosa bagi Para Pengambil Kebijakan Keliru

Tak hanya mengeluarkan kebijakan keras, Dedi Mulyadi juga melayangkan kritik tajam dan seruan moral kepada pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kerusakan alam yang telah terjadi.

Mantan Anggota DPR RI ini meminta para pihak yang telah membuat keputusan atau kebijakan keliru yang berujung pada bencana untuk segera bertaubat.

“Kita sampaikan juga pada para pihak yang telah melakukan kekeliruan dalam pengambilan keputusan, dalam mengambil kebijakan, sehingga menimbulkan bencana untuk menyadari dan bertaubat agar tidak mengulangi peristiwa itu,” ujar Dedi.

Dedi berharap, pengakuan kesalahan ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak, menjadikan tragedi alam sebagai cermin untuk segera mengubah orientasi pembangunan yang selama ini mungkin terlalu eksploitatif.

Baca Juga: 796 TITIK PELANGGARAN TATA RUANG BIANG KEROK BENCANA! BNPB-BMKG 'Semprot' Pemda: Jangan Cuma Salahkan Hujan, Stop Abaikan Peringatan Dini!

Solidaritas Bencana: Doa untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Di tengah isu penting tentang kebijakan lingkungan di Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga tidak lupa menyampaikan rasa duka dan doa bagi daerah lain di Indonesia yang baru-baru ini tertimpa bencana alam, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia mengajak seluruh masyarakat yang menyaksikan videonya untuk menunjukkan solidaritas nyata:

“Mari bersama-sama bergandengan tangan untuk menuntaskan, menyelesaikan, dan menolong penderitaan yang dialaminya,” ajak Dedi.

Inisiatif moratorium penebangan hutan oleh Dedi Mulyadi ini diperkirakan akan memicu diskusi publik yang luas, baik dari kalangan aktivis lingkungan, pengusaha kehutanan, maupun para politisi.

Keputusan ini merupakan langkah berani dan populis yang sejalan dengan tuntutan mendesak untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan masyarakat Jabar (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman