Banten

BNN Tangkap Buronan Kelas Kakap Dewi Astuti di Kamboja, Aktor Utama Penyelundupan 2 Ton Sabu

Irsyad Mohammad | 2 Desember 2025, 18:47 WIB
BNN Tangkap Buronan Kelas Kakap Dewi Astuti di Kamboja, Aktor Utama Penyelundupan 2 Ton Sabu

AKURAT BANTEN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia berhasil menangkap buronan internasional kasus narkotika, PAR alias Dewi Astuti alias Kak Jinda alias Dinda, dalam operasi gabungan di Kamboja pada Senin, 1 Desember 2025. Penangkapan ini menjadi pukulan besar bagi jaringan Golden Triangle dan sindikat narkotika lintas negara.

Penangkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers BNN RI yang dihadiri berbagai instansi terkait, antara lain perwakilan BAIS TNI, Kementerian Luar Negeri, KBRI Phnom Penh, Direktorat Jenderal Bea Cukai Soekarno-Hatta, dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto hadir memberikan keterangan resmi terkait keberhasilan operasi tersebut.

Baca Juga: Polisi Bongkar Pengoplos LPG Subsidi di Tangerang, 6 Tersangka Ditangkap, Ribuan Tabung Disita

Ia mengungkapkan bahwa Dewi Astuti merupakan salah satu figur sentral dalam jaringan narkotika internasional.

Ia diduga kuat menjadi aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun yang berhasil digagalkan BNN pada Mei 2025 lalu.

"PAR alias Dewi Astuti ini bukan pemain kecil. Ia adalah aktor utama dalam sejumlah kasus besar, termasuk penyelundupan 2 ton sabu yang kita gagalkan pada Mei lalu. Pengungkapan itu menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa dari ancaman narkotika," tegas Komjen Suyudi.

Baca Juga: Hari kelima tayang, Agak Laen Menyala Pantiku Tembus 2 Juta Penonton. Ernest Prakasa Bersyukur Filmnya bisa Menghadirkan Tawa Bagi Publik

Berdasarkan analisis intelijen, lanjut Suyudi, dua nama asal Indonesia yang paling dominan dalam aktivitas jaringan Golden Triangle adalah Freddy Pratama dan Dewi Astuti.

Selain itu, kata Suyudi Dewi juga menjadi rekruter jaringan Asia-Afrika dan masuk DPO Korea Selatan.

"Dewi Astuti telah lama masuk daftar buronan internasional melalui Red Notice Interpol Nomor A35363-2025 dan Surat DPO BNN RI Nomor 31/Inter/D-X/2024 tertanggal 3 Oktober 2024. Jejaknya terdeteksi kerap berpindah antarnegara untuk menghindari penangkapan," ungkapnya.

Baca Juga: GEGER! Inara Rusli Ambil Tindakan Hukum: Siapa Sebenarnya Dalang di Balik Penyebaran Rekaman CCTV Sensitif?

Menurutnya, keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kerja sama antarnegara yang berkolaborasi untuk dapat menangkap DPO tersebut.

"Operasi ini adalah bukti kuat bahwa kolaborasi internasional menjadi kunci dalam memberantas kejahatan narkotika. Tidak ada tempat aman bagi para pelaku narkotika, bahkan di luar negeri sekalipun," ujar Komjen Suyudi.

Sebagai informasi, awal keberadaan target telah diterima BNN pada 17 November 2025, kemudian menindaklanjuti temuan tersebut, Kepala BNN mengeluarkan Surat Perintah pemberangkatan tim ke Kamboja pada 25 November 2025.

Tim tiba di Phnom Penh pada 30 November 2025 dan langsung melakukan koordinasi intensif bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, dan BAIS Perwakilan Kamboja.

Upaya pengejaran, kata Suyudi berujung pada penangkapan pada 1 Desember 2025 pukul 13.39 waktu setempat di area lobi sebuah hotel di Sihanoukville.

Baca Juga: Gen Z Rentan Stres? Ini 3 Kebiasaan Penting agar Tetap Sehat, Fokus, dan Bertenaga!

"Dewi Astuti terdeteksi berada dalam kendaraan Toyota Prius putih dan langsung diamankan oleh tim gabungan. Saat penangkapan, ia sedang bersama seorang pria," katanya.

Lebih lanjut kata Suyudi, petugas langsung melakukan verifikasi fisik di lokasi untuk memastikan identitas Dewi. Operasi tersebut lanjut dia, berjalan cepat, terukur, dan tanpa perlawanan berarti.

Dalam kesempatan itu, Suyudi menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah sinyal kuat komitmen negara dalam memberantas sindikat narkotika.

Baca Juga: Sukses Menarik Perhatian Penonton, Ini Daftar Nama Para Pemain Film Agak Laen: Menyala Pantiku!

"Kami akan mengejar, menangkap, dan memproses semua pelaku kejahatan narkotika. Tidak ada kompromi dan tidak ada tempat aman, baik di dalam maupun luar negeri. Penangkapan ini adalah bukti keseriusan kita," tegas Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

BNN memastikan proses selanjutnya akan dilakukan sesuai mekanisme hukum, termasuk koordinasi pemulangan tersangka ke Indonesia.

"Kami berterima kasih kepada BAIS TNI, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Bea Cukai, dan Polri yang telah bekerja bersama. Ini adalah kemenangan bersama dalam perang melawan narkotika," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.