Banten

Jaringan Narkotika Internasional Terkuak! BNN Ungkap Cara Dewi Astutik Kendalikan Kurir, Sasar WNI yang Nganggur di Kamboja

Andi Syafrani | 3 Desember 2025, 15:26 WIB
Jaringan Narkotika Internasional Terkuak! BNN Ungkap Cara Dewi Astutik Kendalikan Kurir, Sasar WNI yang Nganggur di Kamboja

AKURAT BANTEN - Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya membuka gambaran lebih jelas soal pola kerja Paryatin alias Dewi Astutik, buronan besar kasus narkotika yang ditangkap di Kamboja. Dari hasil pendalaman, perempuan yang disebut-sebut sebagai “operator lapangan” jaringan internasional itu sengaja membidik WNI yang tengah menganggur di Kamboja untuk dijadikan kurir.

Kepala BNN Komjen Suyudi menuturkan bahwa strategi tersebut dilakukan Dewi sejak beberapa tahun terakhir.

“Sementara berdasar pendalaman, Paryatin khusus merekrut WNI yang jobless di Kamboja, serta kawan-kawan kurir yang bersedia bergabung dengan Paryatin alias Dewi,” ujar Suyudi, Rabu (3/12).

Baca Juga: Pemerintah Susun Langkah Baru Atasi Paparan Cesium-137 di Cikande, Penyimpanan Permanen Jadi Fokus Utama

Perekrutan mulai berjalan sejak 2023, kemudian berkembang menjadi operasi yang lebih sistematis pada awal 2024. Para korban, yang kebanyakan menghadapi tekanan ekonomi, dijanjikan bayaran besar dan pekerjaan “aman” sebelum akhirnya dijadikan bagian dari rantai distribusi narkotika lintas negara.

Penangkapan Dewi sendiri dilakukan di Sihanoukville, Kamboja, pada Senin (1/3). Ia ditangkap saat menjadi buronan penyelundupan 2 ton sabu yang ditujukan masuk ke Indonesia—salah satu kasus terbesar yang pernah ditangani BNN.

Operasi penangkapannya melibatkan kerja sama BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, serta BAIS TNI.

Baca Juga: Kisah Tragis Empat Petani Tewas Akibat Tersambar Petir di Serang, Polisi Beberkan Kronologinya

Saat diamankan, Dewi tidak sendirian. Ia bersama seorang pria yang kini sedang didalami identitas serta perannya dalam jaringan tersebut. BNN menduga pria itu terlibat dalam pengaturan logistik maupun perlindungan Dewi selama pelariannya di luar negeri.

Dalam jaringan internasional, Dewi bukan sosok kecil. BNN menyebut perempuan itu menguasai sejumlah simpul penting di kawasan Golden Triangle—wilayah perbatasan Thailand, Laos, dan Myanmar yang terkenal sebagai pusat produksi narkotika dunia.

Ia juga diduga punya hubungan dengan jaringan besar Golden Crescent yang membentang dari Afghanistan hingga Pakistan.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengintai Banten, BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga 8 Desember

Tidak hanya menjadi buronan Indonesia, Dewi juga masuk daftar pencarian aparat Korea Selatan. Negara tersebut menuding Dewi terkait beberapa pengiriman narkotika ke wilayah mereka, memperkuat dugaan bahwa aktivitasnya sudah lintas benua.

BNN menyebut penangkapan Dewi sebagai salah satu capaian penting dalam memutus jalur suplai narkoba dari Asia Tenggara ke Indonesia. Namun, pekerjaan belum selesai karena jaringan yang ia bangun diperkirakan masih aktif dan memiliki struktur yang cukup rapi.

Penyelidikan lanjutan kini difokuskan pada identifikasi kaki tangan Dewi, serta perlindungan bagi WNI yang sebelumnya dipaksa atau ditipu untuk menjadi kurir. BNN menegaskan bahwa investigasi akan diperluas agar seluruh rantai jaringan internasional yang berhubungan dengan Dewi dapat ditindak tuntas.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC