Banten

MIRIS! BNN Ungkap 10 Persen dari Tersangka Penyelundupan Narkoba adalah Ibu Rumah Tangga

Andi Syafrani | 23 Juni 2025, 16:28 WIB
MIRIS! BNN Ungkap 10 Persen dari Tersangka Penyelundupan Narkoba adalah Ibu Rumah Tangga

AKURAT BANTEN - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Marthinus Hukom, mengungkap fakta mencengangkan dari operasi penindakan narkotika periode April hingga Juni 2025.

Dari 285 tersangka yang berhasil diringkus, sekitar 10 persen di antaranya adalah ibu rumah tangga. Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers bersama Bea Cukai di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta Timur, pada Senin (23/6), yang menggambarkan betapa liciknya sindikat narkoba memanfaatkan kelompok rentan.

Baca Juga: Tragis! Bom Bunuh Diri Guncang Gereja Mar Elias di Suriah, 22 Orang Tewas

“Dari total 285 tersangka, 256 laki-laki dan 29 perempuan, mayoritas perempuan ini adalah ibu rumah tangga,” ungkap Marthinus.  

“Mereka dimanfaatkan sindikat untuk menjadi kurir antarprovinsi bahkan antarpulau, sering kali tanpa menyadari risiko besar yang mereka hadapi,” tambahnya.

Baca Juga: Janji Makan Gratis Jadi Jebakan, Warga Nganjuk Ditipu Data Pribadinya untuk Akun Shopee

Marthinus menjelaskan bahwa para ibu rumah tangga ini menjadi korban bujuk rayu sindikat narkoba. Dengan iming-iming uang atau janji manis lainnya, mereka dibujuk untuk mengangkut barang haram, bahkan dengan cara yang sangat tidak manusiawi.

“Modusnya di luar nalar. Beberapa tersangka perempuan menyembunyikan narkoba di organ intim mereka, sebuah cara yang menunjukkan betapa tega sindikat memanfaatkan mereka,” kata Marthinus, dengan nada prihatin.

Baca Juga: Kasus Chromebook Bikin Geger, Nadiem Makarim Dipanggil Kejagung Hari Ini

Operasi gabungan BNN dan Bea Cukai selama tiga bulan itu berhasil mengungkap 172 kasus, meliputi empat jaringan domestik dan tiga jaringan internasional yang beroperasi antara Indonesia dan Malaysia.

Barang bukti yang disita pun tak main-main: total 683,8 kilogram narkotika, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, hingga amfetamin. Selain itu, aset hasil tindak pidana pencucian uang yang disita bernilai Rp26,1 miliar, termasuk uang tunai, kendaraan, dan properti yang diduga dibeli dari keuntungan peredaran narkoba.

Baca Juga: Iran Ancam Serang Balik Pangkalan AS, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Keterlibatan ibu rumah tangga dalam jaringan ini menimbulkan keprihatinan mendalam. Banyak dari mereka, menurut penyelidikan BNN, adalah warga dengan latar belakang ekonomi sulit, yang menjadi sasaran empuk sindikat.

“Mereka sering kali tidak tahu sedang membawa narkoba. Ada yang mengira hanya mengantar paket biasa,” ujar seorang penyidik BNN yang enggan disebut namanya.

Fakta ini menggarisbawahi pentingnya edukasi dan pemberdayaan ekonomi untuk mencegah kelompok rentan terjerumus.

Baca Juga: Geram! Dikatain Muka Anak Aaliyah Massaid Cacat, Istri Thariq Halilintar Murka Sampai Lakukan Hal Ini

Marthinus menegaskan bahwa perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki peran besar sebagai benteng moral keluarga dan masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat, terutama perempuan, untuk lebih waspada terhadap tawaran mencurigakan, termasuk dalam hubungan sosial di dunia nyata maupun online.

Baca Juga: Iran Klaim Siap Hadapi Serangan AS, Trump Sebut Operasi Militer Jadi Sejarah Baru

“Jangan mudah tergiur janji uang cepat. Sindikat narkoba sangat pandai memanipulasi,” pesannya.

BNN kini juga tengah memperkuat kerja sama dengan komunitas lokal dan lembaga sosial untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkotika, sembari terus memburu otak di balik jaringan ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC