Banten

Empat Bandar Narkoba Kabur dari Penggerebekan Besar Matraman Memicu Perburuan Nasional

Moehamad Dheny Permana | 26 November 2025, 04:39 WIB
Empat Bandar Narkoba Kabur dari Penggerebekan Besar Matraman Memicu Perburuan Nasional

Akurat Banten - Penggerebekan besar yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama TNI dan Polri di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur, kembali mengguncang pusat aktivitas jaringan gelap narkotika.

Aksi yang berlangsung pada Selasa siang itu tidak hanya menghasilkan penangkapan massal, tetapi juga membuka lembaran baru perburuan empat bandar besar yang berhasil meloloskan diri.

Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat, menegaskan bahwa empat bandar berinisial N, P, T, dan S kini resmi masuk daftar buronan.

“Kami sudah mengantongi identitasnya dan mereka berstatus DPO,” ujar Aldrin.

Menurutnya, informasi terkait keempat buronan itu diperoleh dari pemeriksaan terhadap para pelaku yang terlebih dahulu diamankan dalam operasi gabungan tersebut.

Dalam penggerebekan yang dilakukan di 10 hingga 15 titik berbeda itu, sebanyak 25 orang ditangkap, di antaranya seorang bandar berinisial F yang langsung dipisahkan untuk pendalaman lebih jauh.

“Dari 25 pelaku, satu di antaranya adalah bandar berinisial F,” kata Aldrin.

BNN kini menelusuri keterkaitan F dengan empat bandar lainnya yang berhasil melarikan diri saat operasi berlangsung.

Baca Juga: SALAH DATA GAS LPG: Menkeu Purbaya Ikut Keputusan Bahlil, Selamatkah Pasokan Nataru?

Penyidik juga masih mendalami apakah para pelaku termasuk jaringan lokal atau kelompok luar yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat persembunyian dan distribusi narkoba.

Operasi besar ini melibatkan sekitar 450 personel gabungan yang telah bersiap sejak apel pagi di Kantor BNN RI Cawang, sebelum bergerak menuju lokasi sasaran dan menggelar penyisiran.

Aldrin memastikan bahwa operasi akan terus digulirkan sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjalankan Asta Cita Presiden terkait pemberantasan narkoba secara menyeluruh.

“BNN, TNI, dan Polri akan terus memburu sindikat-sindikat narkoba,” tegasnya.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mencolok, mulai dari sabu, ganja berbagai ukuran, ratusan klip paket hemat, hingga uang tunai dan perhiasan.

Yang paling mengundang perhatian adalah mesin penghitung uang yang diduga kuat digunakan untuk transaksi besar.

Selain narkotika, tim juga menyita beberapa senjata tajam serta tiga senapan angin yang ditemukan di lokasi berbeda.

“Untuk penghitungan berat barang bukti akan dilakukan di Kantor BNN RI Cawang dan disaksikan langsung oleh tersangka,” ujar Aldrin.

Meski operasi berlangsung terkoordinasi, beberapa pelaku sempat mencoba kabur, bahkan ada yang memanjat atap rumah demi menghindari kejaran petugas.

Namun upaya itu tidak bertahan lama karena tim gabungan bergerak cepat dan berhasil mengamankan seluruhnya.

Baca Juga: Tiga Tersangka Baru Kasus RSUD Koltim Ditahan KPK: Terbongkarnya Skema 'Jual Beli' DAK Miliaran Rupiah!

Penangkapan 25 pelaku ini dianggap sebagai pintu masuk penting untuk mengungkap struktur jaringan narkoba yang beroperasi di kawasan tersebut.

Semua tersangka langsung dibawa ke kantor BNN RI untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Pengungkapan besar di Kampung Berlan ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak sindikat dan memulihkan wilayah yang selama ini dikenal sebagai titik rawan peredaran narkoba.

BNN memastikan perburuan terhadap empat bandar yang melarikan diri tidak akan dihentikan hingga semuanya tertangkap.

“Ini baru permulaan,” ucap Aldrin.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.