Kondisi Kritis! Mojtaba Khamenei Disebut Tak Sadarkan Diri di Tengah Panasnya Perang Iran vs AS

AKURAT BANTEN - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri, Selasa (7/4/2026). Saat ini, ia tengah menerima perawatan medis intensif di kota suci Qom, Iran.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The Times pada Senin (6/4/2026) waktu setempat, yang mengutip penilaian intelijen internasional. Menurut laporan tersebut, Mojtaba Khamenei sedang menghadapi “kondisi medis yang serius” dan tidak mampu mengambil keputusan politik atau militer bagi rezim Iran.
Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran.
Baca Juga: Antisipasi Perang Imbas Ultimatum Trump ke Iran, Jembatan King Fahd Saudi–Bahrain Ditutup Mendadak
Sebelum resmi menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi pada Minggu (8/3/2026), Mojtaba telah lama dianggap sebagai kandidat utama pengganti ayahnya, meskipun ia sebelumnya belum pernah menduduki posisi resmi dalam pemerintahan.
Iran Tolak Gencatan Senjata Meski Tekanan AS Meningkat
Di tengah situasi kritis kepemimpinan ini, Iran tetap menolak gencatan senjata dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Media pemerintah melaporkan pada Senin bahwa Teheran telah menyampaikan responsnya terhadap tawaran diplomatik AS melalui Pakistan, menekankan perlunya penyelesaian konflik secara tuntas.
Baca Juga: Rudal Iran Tak Terbendung, Warga Israel Utara Kabur Massal Tinggalkan Kota
“Dalam tanggapan yang diuraikan dalam sepuluh poin, Iran menolak gencatan senjata dan bersikeras bahwa penyelesaian konflik harus dilakukan secara definitif,” kata kantor berita negara IRNA, tanpa mengungkapkan rincian isi tawaran AS.
Konflik ini telah berlangsung selama 38 hari sejak serangan Israel dan AS terhadap Iran, yang memicu balasan rudal oleh Teheran ke berbagai target di Timur Tengah.
Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan bahwa jika Iran tidak membuka jalur bebas bagi kapal melalui Selat Hormuz sebelum Selasa malam, serangan terhadap infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan jembatan akan dilancarkan.
Baca Juga: Gaji ke 13 Pensiunan PNS 2026 Cair Juni, Ini Rincian Komponen dan Besaran yang Diterima
Kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei menambah ketidakpastian politik di Iran, di tengah konflik yang semakin memanas.
Para pengamat internasional memperingatkan bahwa krisis kepemimpinan ini dapat mempengaruhi stabilitas regional dan jalannya diplomasi internasional, mengingat Iran merupakan salah satu negara kunci dalam geopolitik Timur Tengah.
Dengan situasi yang masih berkembang, dunia kini menyoroti kesehatan Mojtaba Khamenei sekaligus langkah diplomatik yang akan diambil Iran dalam menghadapi tekanan global. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







