Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Sekretaris Dekat Pimpinan Hizbullah, Konflik Kian Memanas!

AKURAT BANTEN - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang semula diharapkan dapat meredakan konflik di kawasan.
Terbaru, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah berhasil menewaskan seorang tokoh penting yang dekat dengan pimpinan Hizbullah dalam serangan terbaru di Beirut, Lebanon.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial pada Kamis (9/4/2026), IDF mengungkap bahwa serangan yang dilakukan sehari sebelumnya menargetkan individu strategis dalam lingkaran dalam Hizbullah.
“Pada Rabu, IDF melancarkan serangan di wilayah Beirut dan menewaskan Ali Yusuf Harshi, yang merupakan sekretaris pribadi sekaligus keponakan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem,” demikian pernyataan tersebut.
Ali Yusuf Harshi disebut sebagai salah satu orang kepercayaan utama Naim Qassem. Selain menjabat sebagai sekretaris pribadi, ia juga berperan sebagai penasihat yang turut mengelola aktivitas internal serta menjaga keamanan operasional kantor pimpinan Hizbullah.
Peran strategis Harshi membuat kematiannya berpotensi memengaruhi struktur internal organisasi tersebut, meskipun hingga kini Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim dari pihak Israel.
Baca Juga: Iran Balas Serangan Israel di Lebanon, Upaya Gencatan Senjata AS Terancam Gagal
Sebelum serangan di Beirut terjadi, Hizbullah dilaporkan telah meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Aksi tersebut disebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataannya, Hizbullah menyebut serangan itu menargetkan kawasan kibbutz Manara di dekat perbatasan Lebanon sebagai bentuk balasan terhadap agresi Israel
"Sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh pihak musuh, kami menyerang target di wilayah Manara dengan rentetan roket,” ungkap pernyataan resmi Hizbullah.
Baca Juga: Saling Klaim Menang: Iran Bakar Bendera Israel, Trump Sebut Teheran Menyerah!
Konflik yang terus memanas ini menimbulkan dampak besar bagi warga sipil. Pemerintah Lebanon bahkan menetapkan hari berkabung nasional setelah serangan yang terjadi dilaporkan menewaskan lebih dari 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya dalam satu hari.
Situasi ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut yang telah lama dilanda konflik berkepanjangan.
Di sisi lain, perbedaan interpretasi terkait cakupan gencatan senjata turut memperumit situasi. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Ekstasi di Apartemen hingga Peredaran Etomidate Ribuan Cartridge
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Pakistan yang berperan sebagai mediator. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan bahwa kesepakatan tersebut seharusnya mencakup penghentian konflik di Lebanon.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa ketentuan dalam perjanjian sudah jelas.
Ia bahkan memperingatkan bahwa Amerika Serikat harus memilih antara mempertahankan gencatan senjata atau menghadapi konflik berkepanjangan yang dapat melibatkan Israel.
Baca Juga: Warga Parung Kored Tergenang Air, Anggota DPRD Kota Tangerang Bantah Tutup Drainase
Dengan meningkatnya intensitas serangan dan perbedaan sikap antarnegara terkait gencatan senjata, situasi di kawasan Timur Tengah kini berada dalam kondisi yang sangat rentan.
Pengamat menilai bahwa jika tidak ada langkah diplomasi yang efektif dalam waktu dekat, konflik ini berpotensi meluas dan berdampak lebih besar terhadap stabilitas regional maupun global. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










