Sedih! Jurnalis Ini Tak Kuat Nahan Tangis Saat Meliput Kondisi Bencana di Aceh yang Mencekam

AKURAT BANTEN - Momen mangharukan ketika seorang jurnalis membagikan momen saat berkunjung ke Aceh Tamiang untuk meliput kejadian bencana disana.
Sebuah unggahan video TikTok oleh akun @daffarizqiyana menggambarkan betapa beratnya situasi di lapangan saat ia pertama kali menginjakkan kaki di daerah tersebut pada 2 Desember.
“Gw menginjakkan kaki pertama gw kesini, dan hati bener-bener langsung berubah jadi retak,” tulis sang kreator dalam narasinya, dilansir dari akun TikTok @daffarizqiyana pada Minggu 7 Desember 2025.
Baca Juga: Detik-detik Tembok Rumah Jebol Diterjang Banjir Malang, Warga Menjerit, Satu Orang Terseret Arus
Ia juga menggambarkan bahwa amarah, emosi, dan kesedihan bercampur menjadi satu saat melihat langsung kondisi yang terjadi.
Unggahan itu memperlihatkan bagaimana wilayah tersebut luluh lantak akibat banjir, meninggalkan dampak fisik dan psikologis bagi warga maupun relawan.
Video itu mendapat lebih dari 143 ribu tayangan dan memicu ratusan komentar penuh empati.
Seorang warganet menulis, “Gw kayaknya nggak cocok jadi relawan, yang ada ngerepotin karena pasti kerjaan gw nangis,” menggambarkan betapa beratnya kondisi yang dihadapi para pekerja kemanusiaan.
Baca Juga: Ribuan Warga Tangerang Gelar Doa Bersama dan Galang Donasi untuk Korban Bencana Aceh-Sumatera
Pengguna lain mengungkapkan rasa bersalah melihat bencana berulang di bulan Desember. “Tahun 2004 Aceh tsunami, tahun 2025 tiga provinsi banjir, rumah hancur, korban jiwa banyak,” tulisnya.
Banyak pula yang merasa sedih karena hanya bisa menyaksikan keadaan melalui gawai tanpa bisa membantu langsung.
“Sedih karena cuma bisa liatin dari layar HP dan nggak bisa berbuat apa-apa,” tulis seorang pengguna lain.
Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang dan sejumlah wilayah akhir tahun ini terus memantik keprihatinan publik.
Selain kerusakan fisik, bencana ini juga meninggalkan luka emosional bagi warga dan para relawan yang berada di garis depan.
Pemerintah daerah dan sejumlah organisasi kemanusiaan masih terus melakukan upaya evakuasi dan distribusi bantuan di tengah tantangan akses serta kondisi cuaca yang belum membaik.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







