Banten

Iran Bakal Serang Kapal Perang yang Lewat di Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Meningkat

Cristina Malonda | 12 April 2026, 11:15 WIB
Iran Bakal Serang Kapal Perang yang Lewat di Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Meningkat
Iran Bakal Serang Kapal Perang yang Lewat di Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Meningkat (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menegaskan sikap kerasnya terhadap aktivitas militer asing di Selat Hormuz.

Melalui Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Teheran menyatakan siap menghentikan secara tegas setiap kapal perang yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip media Iran, pihak IRGC menegaskan bahwa mereka memiliki kontrol penuh atas Selat Hormuz. Jalur vital perdagangan energi dunia itu disebut hanya terbuka bagi kapal sipil dengan syarat tertentu, sementara kapal militer asing tidak akan diizinkan melintas.

Baca Juga: Pria di Muara Angke Diciduk Polisi Usai Tipu Jual Tanah Fiktif, Rugikan Korban Ratusan Juta

Iran juga membantah laporan yang menyebutkan adanya kapal perang Amerika Serikat yang telah melewati Selat Hormuz. Pernyataan ini sekaligus merespons berbagai spekulasi mengenai pergerakan militer AS di kawasan tersebut.

Sebelumnya, laporan menyebutkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran memantau sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS yang bergerak dari pelabuhan Fujairah menuju Selat Hormuz.

Aktivitas kapal tersebut disebut terus dipantau dan dilaporkan secara intensif oleh pihak Iran.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT April 2026 Resmi Cair Bertahap, Ini Rincian dan Cara Ceknya

Menurut laporan media Iran, Teheran telah mengirimkan peringatan keras kepada kapal tersebut. Iran bahkan disebut memberikan ultimatum bahwa kapal perang tersebut akan menjadi target serangan dalam waktu 30 menit jika tetap melanjutkan perjalanan.

Peringatan itu juga disampaikan melalui jalur diplomatik tidak langsung dengan melibatkan Pakistan sebagai perantara.

Iran menilai bahwa langkah militer tersebut berpotensi mengganggu proses negosiasi yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Umumkan Operasi Militer di Selat Hormuz, Ranjau Iran Mulai Disingkirkan?

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran dan Amerika Serikat diketahui sedang menjalani putaran terbaru perundingan di Islamabad. Pembicaraan ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran.

Negosiasi tersebut telah berlangsung selama lebih dari delapan jam dan masih berlanjut. Salah satu isu utama yang menjadi perdebatan adalah status dan pengelolaan Selat Hormuz, yang memiliki peran krusial dalam distribusi minyak global.

Pertemuan ini melibatkan pejabat tinggi dari kedua negara. Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, bersama sejumlah tokoh penting lainnya seperti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, pejabat keamanan nasional, dan pimpinan bank sentral.

Baca Juga: Hujan Lebat Masih Mengintai Jabodetabek 12 April, Warga Diminta Lebih Waspada

Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance, didampingi oleh utusan khusus presiden serta penasihat senior lainnya.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi pintu utama distribusi minyak dari Timur Tengah ke pasar global. Ketegangan di wilayah ini berpotensi memicu dampak besar terhadap ekonomi internasional, terutama sektor energi.

Dengan situasi yang masih dinamis, dunia kini menanti hasil dari perundingan Iran-AS serta perkembangan terbaru di kawasan tersebut. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.