Banten

Gagal Damai? Negosiasi 21 Jam AS–Iran Berakhir Buntu, Ini Alasan dari Kedua Negara

Cristina Malonda | 12 April 2026, 12:11 WIB
Gagal Damai? Negosiasi 21 Jam AS–Iran Berakhir Buntu, Ini Alasan dari Kedua Negara
Gagal Damai? Negosiasi 21 Jam AS–Iran Berakhir Buntu, Ini Alasan dari Kedua Negara (ilustrasi/istimewa)

AKURAT BANTEN - Upaya perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih menemui jalan buntu. Negosiasi intensif yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, dengan mediasi Pakistan, gagal menghasilkan kesepakatan.

Adapun kedua pihak pun saling menyampaikan versi berbeda terkait penyebab kegagalan perundingan tersebut.

Menurut Washington, disampaikan oleh Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden, JD Vance, bahwa isu utama dalam perundingan adalah komitmen Iran terkait program nuklirnya.

Baca Juga: Iran Bakal Serang Kapal Perang yang Lewat di Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Meningkat

Menurut Vance, dibutuhkan jaminan tegas bahwa Teheran tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Ia menyebut bahwa tujuan utama pemerintahan Donald Trump adalah memastikan Iran tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir secara cepat.

“Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Iran benar-benar memiliki komitmen jangka panjang untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Sejauh ini, kami belum melihat itu,” ujar Vance.

Di sisi lain, Iran tetap bersikeras bahwa program nuklir mereka tidak ditujukan untuk membuat senjata. Teheran bahkan menilai kegagalan negosiasi disebabkan oleh tuntutan AS yang dianggap tidak realistis.

Baca Juga: Isu Dana Rp50 Miliar di Kasus Ijazah Palsu Kembali Ramai, Jokowi Tertawa Menanggapi

Media pemerintah Iran, IRIB, menyebut delegasi mereka telah berupaya maksimal selama 21 jam untuk mencapai titik temu. Namun, berbagai inisiatif yang diajukan tidak membuahkan hasil karena sikap keras pihak AS.

Menurut laporan Press TV, beberapa isu sensitif lain seperti Selat Hormuz juga menjadi sumber perbedaan yang tajam dalam pembahasan.

Selain program nuklir, sejumlah topik lain turut dibicarakan, termasuk kemungkinan pembukaan aset Iran yang dibekukan. Namun, menurut Vance, tidak ada kesepakatan karena Iran dinilai tidak bersedia memenuhi persyaratan yang diajukan AS.

Baca Juga: Bikin Geram Usai Keputusan Rismon Sianipar Jadi Saksi 'Mahkota', Kuasa Hukum Langsung Bereaksi Keras

Ia menambahkan bahwa delegasi AS telah datang dengan pendekatan fleksibel dan itikad baik, namun tetap tidak cukup untuk menjembatani perbedaan yang ada.

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak menyiapkan rencana alternatif jika negosiasi gagal.

Menurutnya, posisi militer Iran sudah melemah setelah berbagai serangan sebelumnya, sehingga AS tidak melihat kebutuhan akan strategi cadangan.

Baca Juga: Hujan Lebat Masih Mengintai Jabodetabek 12 April, Warga Diminta Lebih Waspada

“Anda tidak memerlukan rencana B. Kapabilitas militer mereka sudah sangat terbatas,” tegas Trump.

Kegagalan perundingan ini menunjukkan bahwa konflik antara AS dan Iran masih jauh dari kata selesai.

Dengan isu strategis seperti nuklir dan jalur perdagangan global seperti Selat Hormuz yang belum terselesaikan, ketegangan di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan terus berlanjut. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.