Banten

Terbongkar! Alasan Rismon Sianipar Balik Serang Roy Suryo: 'Ijazah Palsu Hanya Glorifikasi Hoaks?'

Abdurahman | 14 April 2026, 19:15 WIB
Terbongkar! Alasan Rismon Sianipar Balik Serang Roy Suryo: 'Ijazah Palsu Hanya Glorifikasi Hoaks?'
Rismon Sianiparmembongkar alasan di balik keputusannya menyerang balik sang pakar telematika (dok Ist)

AKURAT BANTEN – Publik dikejutkan dengan manuver tak terduga dari ahli digital forensik, Rismon Sianipar.

Sosok yang selama ini dikenal berada di barisan yang sama dengan Roy Suryo dalam mengkritisi dokumen-dokumen penting, kini justru berbalik arah secara frontal.

Rismon membongkar alasan di balik keputusannya menyerang balik sang pakar telematika, menyebut bahwa isu ijazah palsu yang selama ini digulirkan tak lebih dari sekadar glorifikasi hoaks.

Baca Juga: Usai Guyur Insentif ke Taiwan, Tiongkok Dicurigai Bawa 'Hadiah Beracun'

Pecah Kongsi: Dari Kawan Menjadi Lawan

Hubungan yang dulunya solid kini retak berkeping-keping.

Rismon Sianipar secara terbuka mempertanyakan metodologi ilmiah yang digunakan Roy Suryo saat menyebut ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memiliki tingkat kepalsuan hingga 99,9 persen.

Menurut Rismon, klaim tersebut tidak memiliki dasar riset yang kuat dan hanya terus digemakan tanpa bukti teknis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Ternyata dia bukan peneliti. Dia peneliti gadungan. Itulah hoaks yang terus digelontorkan dan diglorifikasi. Dia bilang 99,9 persen palsu, tapi metodenya apa? Di halaman berapa itu ditulis? Tidak ada! Jangan membohongi masyarakat dengan angka-angka fantastis tanpa metode ilmiah yang jelas." — Rismon Sianipar

Baca Juga: China Longgarkan Aturan untuk Taiwan Tawarkan 10 Insentif, Diplomasi atau Strategi Politik?

Tudingan 'Peneliti Gadungan' dan Absennya Karya Ilmiah

Rismon tidak main-main dengan serangannya. Ia menyoroti rekam jejak Roy Suryo di dunia literatur ilmiah.

Dalam penelusurannya, Rismon mengaku tidak menemukan profil Roy di Google Scholar, yang merupakan standar bagi seorang peneliti untuk memublikasikan karya yang dirujuk oleh ahli lainnya.

"Seorang peneliti itu karyanya harus bisa diuji dan dirujuk oleh peneliti lain. Jika di basis data ilmiah saja tidak ada, lantas predikat 'pakar' itu datang dari mana?" tegas Rismon dalam pernyataannya di kanal YouTube Balige Academy.

Baca Juga: Pecah Kongsi Makin Panas! Rismon Sianipar Bongkar 'Borok' Roy Suryo: Sebut Peneliti Gadungan Hingga Manipulasi Data Ijazah?

Roy Suryo Membalas: "Selamat Jalan Zombie"

Mendapat serangan tajam dari mantan sekutunya, Roy Suryo memberikan reaksi yang tak kalah pedas. Alih-alih meladeni debat teknis, Roy memilih untuk menjuluki Rismon sebagai "zombie" atau sosok yang sudah kehilangan integritas karena pengaruh kepentingan tertentu.

"Saya tidak perlu menjawab 'Si Omon', karena dia sebenarnya sudah menjadi zombie. Masyarakat lupakan saja si zombie ini. Selamat jalan, zombie," balas Roy Suryo dengan nada dingin.

Baca Juga: Dijuluki Bapak Program Rudal Iran, Siapa Hassan Tehrani Moghaddam?

Motif di Balik Perseteruan

Rismon menduga ada agenda terselubung di balik kegigihan Roy Suryo menyuarakan isu ijazah palsu, mulai dari kepentingan politik menuju 2029 hingga keuntungan ekonomi dari penjualan buku.

Sebaliknya, kubu Roy Suryo menilai Rismon kini tengah mencari perlindungan atau terhimpit situasi hukum sehingga memilih untuk "berpindah haluan".

Baca Juga: Breaking News! Gugatan Ijazah Palsu Jokowi Resmi Ditolak, Ini Putusan Lengkap Hakim Solo

Siapa yang Paling Kredibel?

Perseteruan ini kini menjadi tontonan publik yang penuh tanda tanya. Apakah benar selama ini isu ijazah palsu hanyalah komoditas konten tanpa dasar ilmiah?

Ataukah serangan Rismon ini merupakan bagian dari skenario untuk membungkam kritik Roy Suryo?

Satu hal yang pasti, transparansi data dan kejujuran ilmiah kini menjadi taruhan utama bagi kedua tokoh ini di mata masyarakat Indonesia.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman