Banten

Jurus Pamungkas Trump Blokade Selat Hormuz, Siapkah AS Perang Untuk Waktu Lama? Ini Penjelasan Pengamat Militer CIDE!

Taufikurahman, M.Si | 15 April 2026, 01:24 WIB
Jurus Pamungkas Trump Blokade Selat Hormuz, Siapkah AS Perang Untuk Waktu Lama? Ini Penjelasan Pengamat Militer CIDE!
Pengamat Militer Anton Aliabbas dari Center for Intermestic and Diplomatic Engagement atau CIDE. (foto: antara)

AKURAT BANTEN - Blokade yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Selat Hormuz, merupakan upaya pamungkas atas ketidakmampuan negeri Paman Sam mencapai tujuan strategisnya melawan Iran.

Terkait hal ini, menurut Pengamat Militer Anton Aliabbas dari Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) dalam program Kompas Petang KompasTV pada Selasa, (14/4/2026).

Anton menilai, tujuan AS memblokade Selat Hormuz adalah upaya pamungkas Donald Trump karena Iran berhasil menyiasati untuk menguasai terlebih dahulu selat yang terletak di antara Iran (utara) dan Oman/UEA (selatan) tersebut.

Baca Juga: AS Resmi Blokade Laut Iran, Kenapa 3 Kapal Ini Bisa Menerobos dan Lewat Begitu Saja? Ini Rahasianya!

"Ini sebenarnya jurus pamungkas dari pemerintahan Trump, di mana mereka tidak mampu mencapai tujuan strategisnya mengalahkan Iran, tapi kemudian Iran malah berhasil mengganggu di Hormuz, mereka kemudian mengeluarkan jurus ini," ungkap Anton, dikutip Akurat Banten.

Selanjutnya, Anton menyebut alasan utama blokade karena ongkos perang yang sangat mahal, sebab berdasarkan beberapa kegagalan AS adalah tidak mampu menghadapi perang yang berlangsung dalam waktu yang lama.

Dengan memblokade Selat Hormuz, artinya siapkah tentara dan perangkat militer AS bertahan tanpa dukungan sekutunya di medan tempur yang sangat dikuasai Iran?

Baca Juga: KPK Soroti Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik BGN, Potensi Risiko Korupsi Jadi Perhatian

"Jadi memang saya bilang ini ongkosnya terlalu mahal bagi Trump, apalagi kalau misalnya kita lihat, sejauh ini juga tidak ada sekutu Amerika Serikat yang mendukung," ucap dia.

Jika melihat ungkapan Trump pada hari Senin (13/4/2026) melalui pemberitaan AP News, bahwa militer AS telah memulai blokade pelabuhan Iran sebagai upaya membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama lebih dari enam minggu.

Disisi lain, Iran menanggapinya dengan ancaman terhadap semua pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman dengan menargetkan negara-negara yang bersekutu dengan AS.

Baca Juga: Kerugian Fantastis Iran Usai Serangan AS dan Israel Tembus Rp4,630 Triliun

Sebagai informasi, Selat Hormuz adalah jalur laut strategis sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, berikut kondisi geografisnya:

  • Lokasi: Terletak di antara Iran (utara) dan Oman/UEA (selatan)

  • Panjang sekitar 167 km (90 mil laut).

  • Titik sempit lebarnya bervariasi antara 33-39 km

  • Bagian lebarnya bisa mencapai hingga 97 km, dengan koridor pelayaran efektif hanya selebar 11 km.

  • Kedalaman: Cukup dalam, memungkinkan kapal tanker raksasa (ultra-large crude carriers) untuk melintas.

  • Pentingnya: Merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia, di mana sekitar 20% konsumsi minyak dunia melewati selat ini setiap hari.

Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan Verbal di FHUI Ditangani Serius UI, Proses Investigasi Berjalan Sesuai Aturan

Meskipun kondisinya sempit, namun selat ini merupakan jalur internasional krusial bagi keamanan energi global. *******

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.