Tiga Kapal Tanker Terkait Iran Lolos Selat Hormuz di Tengah Blokade AS

AKURAT BANTEN - Sebanyak tiga kapal tanker yang memiliki keterkaitan dengan Iran terpantau tetap melintasi Selat Hormuz pada hari pertama pemberlakuan blokade oleh Amerika Serikat.
Langkah pemblokiran tersebut sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump sebagai respons atas kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad.
Kegagalan negosiasi itu mendorong pemerintah AS mengambil sikap tegas dengan mengancam akan membatasi akses kapal-kapal yang berhubungan dengan Iran untuk melintas di jalur strategis tersebut.
Baca Juga: Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Tambun Bekasi, Sembilan Kendaraan Terlibat
Ancaman tersebut secara khusus menyasar kapal yang berangkat dari maupun menuju pelabuhan di Iran, yang selama ini menjadi bagian penting dalam distribusi energi global.
Namun demikian, data terbaru dari penyedia informasi maritim LSEG menunjukkan bahwa ketiga kapal tanker yang melintas tidak termasuk dalam kategori yang dilarang.
Hal ini dikarenakan rute perjalanan mereka tidak mengarah ke pelabuhan Iran, sehingga tidak masuk dalam cakupan kebijakan blokade yang diumumkan oleh Washington.
Baca Juga: Pabrik Narkoba Tersembunyi di Semarang Terbongkar, Jutaan Butir Zenith Gagal Edar
“Kapal tanker Peace Gulf berbendera Panama, sebuah kapal tanker jarak menengah, sedang menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab,” demikian data LSEG.
Kapal tersebut diketahui kerap digunakan untuk mengangkut nafta, yaitu bahan baku penting dalam industri petrokimia, menuju pelabuhan-pelabuhan di kawasan Timur Tengah di luar Iran.
Dari sana, muatan tersebut biasanya kembali didistribusikan ke berbagai negara di Asia yang menjadi pasar utama produk petrokimia.
Baca Juga: Terungkap! Ini Pihak yang Berpotensi Hancurkan Blokade AS di Selat Hormuz
Selain tiga kapal tersebut, sebelumnya juga tercatat dua kapal tanker lain yang telah lebih dulu melintasi Selat Hormuz meski berada dalam daftar sanksi Amerika Serikat.
Dua kapal yang dimaksud adalah Handy Murlikishan yang dilaporkan sedang berlayar menuju Irak, serta Rich Starry yang diketahui bertolak dari Uni Emirat Arab.
Pergerakan kapal-kapal ini menegaskan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz masih berlangsung meski tensi geopolitik meningkat akibat kebijakan terbaru dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Blokade Diplomatik? 1 Juta Rakyat Eropa Bersatu Desak Penghentian Kerjasama dengan Israel
Situasi ini sekaligus menunjukkan kompleksitas dalam penerapan sanksi maritim, terutama di jalur pelayaran vital yang menjadi nadi perdagangan energi dunia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







