Iran Buka Selat Hormuz, NATO Kena 'Tampar' Donald Trump

AKURAT BANTEN– Peta geopolitik Timur Tengah berubah drastis dalam semalam.
Iran secara resmi mengumumkan bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka bagi kapal komersial global.
Namun, alih-alih disambut dengan harmoni kolektif, pembukaan jalur nadi energi dunia ini justru menjadi panggung bagi Donald Trump untuk melayangkan "tamparan" keras kepada aliansi NATO.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Lagi, 2 Kapal Pertamina Akhirnya Bisa Jalan, Ini Dampaknya
Angin Segar di Tengah Bara Konflik
Setelah ketegangan berbulan-bulan yang mencekik arus logistik global, pengumuman dari Teheran muncul sebagai efek domino positif dari gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa koridor maritim paling krusial di dunia itu kini kembali berfungsi normal.
Kabar ini disambut suka cita oleh pelaku industri. Ratusan kapal tanker yang sebelumnya tertahan kini mulai bersiap membelah Teluk, membawa harapan bagi stabilitas harga energi dunia yang sempat melambung.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Tapi Kapal Masih Waswas, Bayang-Bayang Trump dan Iran Bikin Tegang
"Macan Kertas": Serangan Pedas Trump untuk NATO
Di saat dunia internasional memuji langkah de-eskalasi ini, Presiden AS Donald Trump justru menggunakan momentum tersebut untuk membongkar keretakan internal Barat.
Melalui unggahan terbarunya, Trump tak segan-segan menyebut NATO sebagai aliansi yang tidak berguna di saat krisis.
Sekarang setelah situasi Selat Hormuz berakhir, saya menerima telepon dari NATO yang menanyakan apakah kami membutuhkan bantuan. Mereka tidak berguna saat dibutuhkan—hanya seekor Macan Kertas! — Donald Trump
Baca Juga: China Panik Kehabisan Minyak Iran, Desak Blokade Selat Hormuz Segera Dibuka
Trump mengekspresikan kekesalannya karena merasa NATO "absen" saat ia dan Israel tengah berada di garis depan menghadapi ancaman Iran.
Sebaliknya, ia justru memberikan apresiasi tinggi kepada kekuatan regional seperti Arab Saudi, UEA, dan Qatar yang dianggapnya jauh lebih berani dan taktis dalam menjaga stabilitas kawasan.
Respons Dunia: Antara Optimisme dan Kewaspadaan
Merespons situasi ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron mencoba menyeimbangkan suasana.
Ia menyambut pembukaan selat sebagai langkah "ke arah yang benar" dan mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional terkait kebebasan navigasi.
Namun, pesan dari Washington tetap tegas: meski pintu selat telah dibuka oleh Iran, blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran belum akan ditarik hingga kesepakatan damai yang lebih permanen ditandatangani.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










