Makin Seru! Ada Apa dengan Roy Suryo? Alasan di Balik Sumpah ‘Sekuku Hitam’ Tolak Restorative Justice

AKURAT BANTEN – Panggung hukum Indonesia kembali memanas. Pakar telematika yang dikenal vokal, Roy Suryo, baru saja melontarkan pernyataan yang membuat publik bertanya-tanya.
Di saat banyak pihak memilih jalan pintas melalui Restorative Justice (RJ) untuk mengakhiri perkara, Roy justru memilih jalan yang terjal dan penuh risiko.
Ada apa sebenarnya di balik sikap keras tersebut? Mengapa ia begitu yakin menolak perdamaian?
Baca Juga: Bawa-Bawa Nama Jusuf Kalla, Firdaus Oiwobo Minta JK Tak Terpancing Narasi Roy Suryo
Sumpah "Sekuku Hitam" yang Menggetarkan
Bukan Roy Suryo namanya jika tidak memberikan pernyataan yang tajam.
Saat ditanya mengenai kemungkinan mengambil jalur damai demi menghentikan proses hukum, ia memberikan jawaban yang sangat telak.
Ia menegaskan bahwa integritasnya tidak bisa ditawar dengan sekadar kata "damai" di atas kertas.
Sekuku kecil hitam pun nggak ada sama sekali keinginan untuk minta Restorative Justice. Kita harus buktikan kebenaran ini di hadapan hukum yang adil. — Roy Suryo
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan sambal. Kutipan tersebut kini menjadi simbol perlawanan Roy terhadap apa yang ia anggap sebagai ketidakadilan dalam proses yang ia jalani.
Baca Juga: Bukan Main-Main! Ini Alasan Firdaus Oiwobo Sebut Pernyataan Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Berbahaya
Alasan di Balik Penolakan: Bukan Sekadar Gengsi
Banyak yang berspekulasi, mengapa Roy Suryo tidak mengambil "jalan aman"?
Ada tiga alasan kuat yang bisa dibaca dari sikapnya:
Harga Diri Seorang Pakar: Sebagai saksi ahli yang sering membantu penegak hukum, menerima RJ bisa dianggap sebagai pengakuan bahwa analisis telematika yang ia buat adalah salah. Baginya, kebenaran digital bersifat mutlak.
Menguji Keadilan: Dengan menolak RJ, Roy memaksa kasus ini digelar secara terbuka. Ia ingin publik melihat langsung bukti-bukti yang ada, sehingga tidak ada "main mata" di balik pintu tertutup.
Pesan untuk Demokrasi: Sikap ini juga dibaca sebagai bentuk kritik terhadap penggunaan UU ITE. Roy seolah ingin menunjukkan bahwa mengkritik melalui data tidak seharusnya berakhir dengan permintaan maaf yang dipaksakan.
Baca Juga: Ijazah Jokowi Asli, Firdaus Oiwobo Sentil JK, 'Jangan Terpancing Roy Suryo'
Pertaruhan Besar di Meja Hijau
Pilihan Roy Suryo ini adalah sebuah pertaruhan besar. Jika ia gagal membuktikan argumennya di pengadilan, konsekuensi hukum yang menantinya tentu tidak ringan.
Namun, jika ia berhasil, ini akan menjadi kemenangan besar bagi kebebasan berpendapat dan integritas pakar di Indonesia.
Publik kini terbelah. Sebagian mendukung keberaniannya mempertahankan prinsip, sementara sebagian lagi menganggapnya terlalu berisiko.
Namun satu yang pasti: kasus ini akan menjadi jauh lebih seru untuk diikuti. (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5Brasil Pernah Bantai Thailand dan Vietnam 9-1, Kini Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3!
- 6UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 7Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 8Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









