Pernyataan Jusuf Kalla Soal Jokowi Disorot, Idrus Marham Ingatkan Etika Tokoh Senior

AKURAT BANTEN - Wakil Ketua DPP Partai Golkar Idrus Marham menanggapi pernyataan Jusuf Kalla yang kembali mengungkit kontribusinya terhadap perjalanan politik Joko Widodo.
Idrus menilai sikap tersebut kurang tepat disampaikan oleh seorang tokoh senior yang seharusnya memberi teladan bagi generasi kader di internal partai maupun masyarakat luas.
"Kalau sudah mengungkap dan saling mendiskreditkan ya berilah kami contoh yang baik bagaimana sejatinya kita menempatkan diri sebagai tokoh yang ada di tengah-tengah masyarakat," kata Idrus.
Baca Juga: Gibran Hormati JK Sebagai Mentor dan Idola, Respons Pernyataan Peran Jokowi Jadi Presiden
Ia berpandangan bahwa pernyataan tersebut justru menimbulkan kegaduhan di ruang publik, alih-alih memberikan kontribusi positif bagi dinamika politik nasional.
Menurut Idrus, perjalanan politik Jokowi tidak bisa dilepaskan dari peran banyak pihak, termasuk dukungan partai seperti PDI Perjuangan serta tokoh-tokoh lain yang ikut mendorong kariernya.
Ia menegaskan bahwa memperdebatkan peran masa lalu tidak membawa manfaat berarti, terlebih ketika peristiwa tersebut sudah lama berlalu.
Baca Juga: Detik-Detik Dramatis Evakuasi Dua Turis Rusia Terjebak di Tebing Uluwatu Saat Air Laut Naik
"Untuk apa misalkan meributkan itu? Ini toh peristiwanya sudah lewat semua kok. Nah kita kan mau menatap masa depan," katanya.
Idrus juga mengaku tidak terkejut jika pernyataan JK memicu berbagai respons, termasuk kritik hingga laporan yang menyeret potongan ceramahnya ke ranah hukum karena dianggap menyinggung isu sensitif.
Menurutnya, situasi tersebut merupakan konsekuensi yang harus dihadapi akibat pernyataan yang dinilai menyerang pihak lain.
Baca Juga: Satpol PP Kota Tangerang Cabut Segel PT ESA Jaya Saputra Meski Izin Masih Dalam Proses
Ia menilai polemik semacam ini hanya akan memperpanjang perdebatan yang tidak produktif dan berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan di ruang publik.
"Akibatnya apa terlibat di dalam suatu perdebatan-perdebatan saling berbalas pantun yang tidak ada ujung pangkalnya dan kita juga tidak tahu untuk apa," katanya.
Idrus pun mengajak seluruh tokoh politik untuk lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu di tengah masyarakat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







