Banten

DC Pinjol Datangi Damkar Semarang, Minta Maaf Usai Aksi Kontroversialnya Viral

Riski Endah Setyawati | 25 April 2026, 21:47 WIB
DC Pinjol Datangi Damkar Semarang, Minta Maaf Usai Aksi Kontroversialnya Viral
Ilustrasi Pemadam Kebakaran (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Seorang penagih utang dari layanan pinjaman online akhirnya mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang pada Sabtu sore untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.

Pria bernama Bonefentura Soa itu tiba dengan didampingi keluarga serta perwakilan perusahaan tempatnya bekerja.

Kehadirannya juga diikuti oleh Ngadi, seorang penjual nasi goreng yang sebelumnya menjadi pihak yang merasa dirugikan akibat tindakan penagihan yang dilakukan Bone.

Baca Juga: Tragedi Brutal Pelajar Bantul, DPR Desak Penindakan Tegas dan Pencegahan Kekerasan Remaja

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana mediasi bersama sejumlah pejabat Damkar, termasuk Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti.

Dalam forum itu, Bone menyampaikan penyesalannya secara langsung atas tindakan yang dinilai telah menyeret institusi layanan publik ke dalam persoalan pribadi.

Setelah sesi klarifikasi selesai, Bone diminta menjalani konsekuensi simbolis berupa mengenakan perlengkapan lengkap petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga: GUNCANGAN KUAT di WASHINGTON! Rating Trump Anjlok ke 30 Persen, Rakyat AS Mulai 'Muak' dengan Konflik Iran

Ia dibantu petugas untuk memakai seragam yang terkenal berat, lengkap dengan helm dan tabung oksigen yang biasanya digunakan saat bertugas di lapangan.

Tak berhenti di situ, Bone juga diminta mencoba menyemprotkan air menggunakan selang serta merapikan peralatan tersebut setelah digunakan.

Selama menjalani aktivitas tersebut, raut kelelahan tampak jelas di wajahnya meskipun petugas tetap mendampingi dengan sikap yang bersahabat.

Baca Juga: Viral! Warung Nonhalal di Sukoharjo Tetap Buka Meski Ditolak Warga

Pengalaman singkat itu membuatnya menyadari bahwa pekerjaan sebagai petugas pemadam kebakaran bukanlah hal yang mudah.

"Iya berat, berat sekali (tugas Damkar). Saya menyesal," ucap Bone.

Ia juga mengimbau rekan sesama debt collector di berbagai daerah agar menjalankan tugas penagihan sesuai prosedur yang berlaku tanpa melibatkan pihak lain.

Baca Juga: Panasnya Isu Jusuf Kalla Menguak, Siapa Pengendali dan Penyebar Opini?

"Saya pesan buat teman-teman DC di seluruh Indonesia, kalau menagih sesuai SOP dan aturan perusahaan. Jangan sampai merugikan instansi lain," ujarnya.

Sementara itu, pihak Damkar menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum terkait kejadian tersebut.

Ade Bhakti menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan laporan akan dibahas lebih lanjut bersama pimpinan.

Baca Juga: Tragedi Brutal Pelajar Bantul, DPR Desak Penindakan Tegas dan Pencegahan Kekerasan Remaja

"Apakah laporan kemarin akan dilanjutkan atau seperti apa, nanti saya laporkan ke atasan dulu. Tapi yang jelas, kalau tadi tidak datang, kami akan teruskan laporan itu," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa layanan darurat tidak boleh dijadikan bahan candaan atau dimanfaatkan untuk kepentingan di luar fungsi utamanya.

Menurutnya, tindakan yang mengganggu kinerja layanan publik dapat berujung pada konsekuensi hukum serius.

Baca Juga: Tragedi Brutal Pelajar Bantul, DPR Desak Penindakan Tegas dan Pencegahan Kekerasan Remaja

"Ini institusi yang tidak bisa dipermainkan. Mempermainkan layanan darurat itu jelas hukumannya 1 tahun 6 bulan penjara," kata Ade.

Pihak Damkar berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih bijak dalam bertindak.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.