Banten

Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usulan Gerbong Khusus Perempuan di Tengah KRL, Tuai Sorotan Publik

Riski Endah Setyawati | 30 April 2026, 14:50 WIB
Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usulan Gerbong Khusus Perempuan di Tengah KRL, Tuai Sorotan Publik
Potret Arifah Fauzi (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah pernyataannya mengenai usulan pemindahan gerbong khusus perempuan di KRL menuai polemik luas.

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Arifah saat meninjau korban kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di RSUD Bekasi.

Kala itu, ia mengusulkan agar gerbong perempuan tidak lagi ditempatkan di posisi paling depan atau belakang, melainkan berada di tengah rangkaian kereta.

Baca Juga: Konflik NDX AKA dan Promotor Gelombang Cinta Memanas, Somasi Rp1,7 Miliar hingga Ancaman Laporan Polisi

Namun, pernyataan tersebut dinilai sebagian masyarakat kurang sensitif di tengah suasana duka akibat kecelakaan maut tersebut.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Rabu, Arifah mengakui bahwa pernyataannya tidak tepat.

“Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,” ujar Arifah.

Baca Juga: Konflik NDX AKA dan Promotor Gelombang Cinta Memanas, Somasi Rp1,7 Miliar hingga Ancaman Laporan Polisi

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, terutama korban dan keluarga yang terdampak langsung.

“Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” lanjutnya.

Arifah menegaskan, dirinya sama sekali tidak bermaksud mengesampingkan keselamatan penumpang lain.

Baca Juga: Konflik NDX AKA dan Promotor Gelombang Cinta Memanas, Somasi Rp1,7 Miliar hingga Ancaman Laporan Polisi

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah penanganan korban, pemulihan kondisi keluarga, serta peningkatan sistem keselamatan transportasi publik.

“Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan seluruh penumpang, tanpa membedakan gender, harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: iPhone 17e Segera Masuk Indonesia Usai Kantongi TKDN 40 Persen, Sinyal Peluncuran Kian Dekat

“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan maupun laki-laki,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arifah memastikan pemerintah sedang berupaya maksimal menangani seluruh korban, termasuk memberikan perlindungan psikologis bagi anak-anak dan keluarga yang mengalami trauma.

Kementerian PPPA, kata dia, akan terus mengawal pemenuhan hak perempuan dan anak yang terdampak tragedi tersebut.

Baca Juga: Konflik NDX AKA dan Promotor Gelombang Cinta Memanas, Somasi Rp1,7 Miliar hingga Ancaman Laporan Polisi

“Mari kita bersama-sama memusatkan perhatian pada penanganan korban, doa, serta upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tidak kembali terjadi,” tandasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.