Akhir Riwayat ‘Candi Monorel’ Jakarta: Proyek Ambisius yang Berakhir Jadi Rongsokan

AKURAT BANTEN-Selama hampir dua dekade, pemandangan Jakarta tak pernah lepas dari deretan tiang beton kusam yang berjajar di sepanjang Senayan hingga Kuningan.
Dijuluki sebagai "Candi Monorel," tiang-tiang ini menjadi simbol kegagalan ambisi transportasi massal masa lalu.
Namun kini, riwayat beton-beton mangkrak tersebut resmi berakhir.
Dari Mimpi Menjadi Beban Visual
Proyek Monorel Jakarta pertama kali dicanangkan pada era Gubernur Sutiyoso tahun 2004.
Rencananya, moda transportasi ini akan menjadi solusi kemacetan ibu kota.
Sayangnya, masalah finansial dan sengketa antarpihak membuat pembangunan terhenti total.
Selama 20 tahun, tiang-tiang tersebut hanya berdiri tegak tanpa fungsi—menjadi sasaran vandalisme, mengganggu estetika kota, hingga menghalangi proyek infrastruktur baru yang lebih mendesak seperti LRT Jabodebek.
Mengapa Baru Dibongkar Sekarang?
Keputusan pembongkaran ini bukan tanpa alasan.
Berikut adalah beberapa poin utama mengapa "pembersihan" ini dilakukan:
• Kendala Pembangunan LRT: Keberadaan tiang monorel di beberapa titik menghalangi jalur konstruksi LRT Jabodebek dan penataan trotoar modern Jakarta.
• Masalah Keselamatan: Setelah puluhan tahun terpapar cuaca tanpa perawatan, integritas struktur beton tersebut dikhawatirkan menurun.
• Estetika Kota: Jakarta sedang bersolek menuju kota global. Menghilangkan "monumen kegagalan" adalah langkah penting untuk memperbaiki wajah ibu kota.
Proses "Pembersihan" yang Senyap
Pembongkaran ini dilakukan secara bertahap. Jika Anda melewati kawasan Setiabudi atau HR Rasuna Said, Anda mungkin menyadari bahwa beberapa tiang sudah rata dengan tanah.
Proses ini melibatkan alat berat dan dilakukan pada malam hari untuk meminimalisir kemacetan.
Fakta Menarik: Meski tiang-tiang ini dibongkar, biaya yang telah dikeluarkan untuk
pembangunannya di masa lalu mencapai ratusan miliar rupiah—sebuah pelajaran mahal bagi
manajemen proyek publik di Indonesia.
Baca Juga: Ambisius! Pemkot Tangerang Guyur APBD Demi Jamin Kesehatan 450 Ribu Penduduk
Pelajaran bagi Transportasi Jakarta
Tumbangnya tiang monorel bukan sekadar soal bongkar pasang beton. Ini adalah simbol pergantian era.
Jakarta kini beralih ke integrasi transportasi yang lebih matang seperti MRT, LRT, dan TransJakarta.
Kegagalan monorel mengajarkan bahwa perencanaan matang dan kepastian pendanaan jauh lebih penting daripada sekadar seremoni peletakan batu pertama.
Kini, warga Jakarta bisa berharap trotoar yang lebih luas dan pemandangan kota yang lebih bersih tanpa bayang-bayang tiang beton yang tak bertuan (**).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









