Banten

Dudung Bongkar Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Praktik Jual Beli Titik Dapur Jadi Sorotan

Riski Endah Setyawati | 6 Mei 2026, 06:51 WIB
Dudung Bongkar Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Praktik Jual Beli Titik Dapur Jadi Sorotan
Ilustrasi MBG (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyoroti serius berbagai potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah.

Usai melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Joko Pramono, di Jakarta, Dudung secara terbuka mengakui bahwa program tersebut masih memiliki banyak titik rawan korupsi yang harus segera diawasi.

“Banyak celahnya, banyak celahnya,” ujar Dudung.

Baca Juga: Ade Armando Tinggalkan PSI Usai Diterpa Polemik Laporan 40 Ormas, Pilih Mundur Demi Selamatkan Partai

Menurutnya, salah satu indikasi paling mencolok adalah adanya dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang dikenal sebagai dapur penyedia makanan dalam program MBG.

“Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Ya, titik SPPG. Titik dapur ya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan program sosial berskala besar ini tidak hanya menghadapi tantangan distribusi dan kualitas layanan, tetapi juga ancaman serius dari praktik-praktik yang berpotensi merugikan negara.

Baca Juga: Trump Sesumbar Kapal Iran Dihancurkan, Teheran Balas Bantah 'Apa yang Sebenarnya Terjadi?'

Meski demikian, Dudung belum membeberkan seluruh bentuk penyimpangan lain yang tengah dipetakan.

Ia menegaskan bahwa investigasi lapangan akan dilakukan secara langsung guna memastikan kondisi riil di berbagai titik pelaksanaan program.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menyatakan dirinya ingin memastikan kualitas makanan, keamanan distribusi, hingga kemungkinan adanya pelanggaran yang berdampak pada masyarakat penerima manfaat.

Baca Juga: Digugat Alumni UGM, Ijazah Jokowi Dipertanyakan Keasliannya dan Langsung Dibawa ke Meja Hijau di PN Solo

“Jadi kalau misalnya ditemukan makanannya pun yang kemudian ya inilah yang akhirnya ada keracunan, yang kemudian kualitas dan sebagainya, nanti akan saya cek langsung di lapangan,” katanya.

Langkah pengawasan ini disebut penting agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat tanpa dicederai praktik korupsi maupun kelalaian teknis.

Dudung juga menegaskan komitmennya untuk bersikap transparan apabila nantinya ditemukan pelanggaran yang terbukti.

Baca Juga: Geger! Roy Suryo Bongkar Ijazah UGM Istrinya di TV: Tidak Ada Tulisan Gadhaj Adam, Mana yang Asli?

“Kalau misalnya kita ketahui dan betul-betul terbukti, saya tidak akan segan-segan untuk expose secara langsung,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis akan diperketat, terutama karena besarnya anggaran dan dampaknya terhadap masyarakat luas.

Sorotan terhadap dugaan korupsi dalam program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebijakan publik berskala nasional membutuhkan sistem pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat, bukan justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan pribadi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.