Banten

Kabar Besar dari Solo, Wamentan Sudaryono Sebut Indonesia Tak Lagi Impor Beras

Viona Sebastian Nolani | 10 Mei 2026, 15:32 WIB
Kabar Besar dari Solo, Wamentan Sudaryono Sebut Indonesia Tak Lagi Impor Beras
Wamentan Sudaryono bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Kementan)

AKURAT BANTEN - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono baru saja menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah.

Kunjungan Wamentan Sudaryono berujuan untuk melaporkan capaian swasembada pangan nasional yang ditandai dengan penghentian impor beras.

Pertemuan dalam rangka silaturahmi tersebut berlangsung pada Jumat malam (8/5/2026) di kediaman pribadi Jokowi.

Sudaryono datang berkunjung ke rumah Jokowi yang berada di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo.

Baca Juga: Dua Pendaki Singapura yang Tewas di Letusan Gunung Dukono Belum Bisa Dievakuasi Karena 1 Alasan

Dalam pertemuan itu, Sudaryono menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mencapai target swasembada pangan sepanjang tahun 2025.

Sudaryono juga mengatakan bahwa program tersebut akan terus dilanjutkan pada 2026.

Menurut Sudaryono, Indonesia kini tidak lagi melakukan impor beras setelah program ketahanan pangan nasional menunjukkan hasil positif.

Selain itu, harga gabah kering giling (GKG) ikut meningkat menjadi Rp 6.500 per kilogram.

Baca Juga: Jaringan Judi Online Internasional Dibongkar di Jakarta, 321 Warga Asing Ditahan

Alhasil memberikan dampak baik bagi kesejahteraan petani.

"Alhamdulillah sebagaimana Pak Jokowi ketahui, saat ini kita tidak lagi mengimpor beras. Harga juga naik menjadi Rp 6.500 dan petani merasa happy," ujar Sudaryono.

Capaian tersebut dinilai menjadi tanda meningkatnya kesejahteraan petani di berbagai wilayah melalui kebijakan pemerintah di sektor pertanian.

Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen Partai Gerindra menyebut pengalaman Jokowi masih sangat relevan untuk mendukung program pertanian nasional saat ini.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.