Banten

Istri Pelatih Persija Jadi Korban Pencurian iPhone, Polisi Bongkar Jaringan Penadah 225 Ponsel Curian

Riski Endah Setyawati | 11 Mei 2026, 05:07 WIB
Istri Pelatih Persija Jadi Korban Pencurian iPhone, Polisi Bongkar Jaringan Penadah 225 Ponsel Curian
Ilustrasi Pencurian Ponsel (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Polsek Metro Kebayoran Baru mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus penadahan ratusan ponsel curian yang melibatkan korban dari berbagai kalangan, termasuk istri pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza.

Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru AKP Andre JR Simamora membenarkan bahwa pasangan dari pelatih klub Liga 1 tersebut menjadi salah satu korban dalam aksi pencurian ponsel yang kini berhasil diusut pihak kepolisian.

"Memang betul tadi kayak yang teman-teman media sebutkan, ada istrinya dari pelatih Persija," ujar Andre.

Baca Juga: 10 Remaja Bersajam Diciduk Polisi Saat Diduga Bersiap Tawuran di Jakarta Timur

Perangkat milik korban yang berhasil ditemukan dan telah dikembalikan oleh penyidik diketahui merupakan iPhone 17 Pro Max.

Pengembalian barang berharga tersebut menjadi bagian dari keberhasilan polisi dalam membongkar praktik penadahan ponsel curian yang telah beroperasi dengan memanfaatkan hasil kejahatan dari sejumlah lokasi padat pengunjung.

Andre menjelaskan, mayoritas kasus pencurian terjadi di area keramaian seperti konser musik, pusat hiburan, dan tempat umum lainnya yang kerap menjadi sasaran pelaku.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Terus Berperang, Drone Serang UEA

Menurutnya, lingkungan dengan tingkat aktivitas tinggi memberikan peluang besar bagi para pencuri untuk melancarkan aksinya tanpa mudah terdeteksi.

"Biasanya kalau untuk tempat-tempat keramaian itu yang mungkin lokusnya atau tempat kejadiannya di tempat-tempat keramaian," jelasnya.

Dalam pengembangan kasus, polisi menangkap tiga tersangka berinisial MR, MAA, dan J di sebuah apartemen kawasan Bekasi Timur.

Baca Juga: Viral Prabowo Disebut Minta Mantan Presiden Joko Widodo Dihukum Gara-Gara Ijazah Jokowi yang Tak Rampung, Faktanya Mengejutkan

Dari penangkapan tersebut, aparat berhasil mengamankan total 225 unit ponsel yang terdiri dari 183 iPhone serta 42 perangkat Android.

Jumlah barang bukti yang besar menunjukkan luasnya jaringan penadahan yang dijalankan para tersangka.

Polisi mengungkap bahwa para penadah membeli ponsel hasil curian dari pelaku lapangan dengan harga relatif murah, mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,3 juta per unit.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas Mojtaba Khamenei Perintahkan Iran Terus Berperang, Drone Serang UEA

Setelah itu, perangkat dijual kembali dengan keuntungan signifikan, tergantung kondisi fisik dan tipe ponsel.

Untuk perangkat dalam kondisi baik, pelaku bisa meraup laba antara Rp1 juta hingga Rp4 juta per unit.

"Kalau misalkan nanti ponselnya utuh biasanya mereka bisa untung hingga Rp1 atau Rp2 juta kurang lebih," kata Andre.

Baca Juga: Viral Prabowo Disebut Minta Mantan Presiden Joko Widodo Dihukum Gara-Gara Ijazah Jokowi yang Tak Rampung, Faktanya Mengejutkan

Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma menambahkan bahwa keuntungan lebih besar diperoleh dari penjualan iPhone keluaran terbaru.

Menurutnya, margin penjualan perangkat premium bahkan bisa mencapai Rp3 juta sampai Rp4 juta.

"Yang untuk handphone iPhone yang utuh dan keluaran terbaru, marginnya bisa lebih besar lagi, bisa sampai Rp3 juta malah, bisa sampai Rp4 juta dijual," ungkap Nugrahadi.

Baca Juga: 10 Remaja Bersajam Diciduk Polisi Saat Diduga Bersiap Tawuran di Jakarta Timur

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan kehilangan ponsel di wilayah Blok M dan sekitarnya sejak April 2026.

Kini, para tersangka dijerat Pasal 592 KUHP junto Pasal 476 KUHP terkait tindak pidana penadahan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.