MBG di Pesantren Tak Harus Sama dengan Sekolah Umum, Wamenag Beberkan Keistimewaannya

AKURAT BANTEN - Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafii menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren memiliki berbagai kelebihan.
Sebab mampu menyesuaikan budaya santri sekaligus memperkuat kemandirian pesantren dalam mengelola layanan pemenuhan gizi.
"Faktanya di lapangan program ini ditunggu masyarakat. Pesantren dan satuan pendidikan keagamaan merasakan langsung manfaat program MBG," ujar Romo Syafi'i.
Romo Syafi'i menjelaskan, salah satu keunggulan penerapan MBG di pesantren terletak pada sistem layanan yang lebih fleksibel dan dapat mengikuti tradisi maupun kebiasaan para santri.
Baca Juga: Wamenag Bongkar Aturan Penting MBG Pesantren, Salah Kelola Dapur Bisa Disuspend
Mulai dari konsep dapur, sistem penyajian makanan, hingga waktu makan dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing pesantren selama tetap memenuhi standar kebersihan dan sanitasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Begitu juga dengan jadwal pemberian MBG itu kan biasanya diberikan siang, tapi di pesantren itu kan ada tradisi puasa Senin Kamis, itu juga bisa dimasak siang hari untuk dimakan pada saat berbuka, jadi sangat adaptif sekarang," katanya.
Ia juga menambahkan, pesantren yang selama ini telah menerapkan budaya makan prasmanan maupun penggunaan perlengkapan makan tertentu tetap diperbolehkan mempertahankan tradisi tersebut.
Menurutnya, penerapan MBG di pesantren tidak harus sepenuhnya mengikuti model umum yang diterapkan di sekolah-sekolah lain.
Baca Juga: Kemenag Ungkap Baru 50 Persen Pesantren Terima MBG, Kendala Utamanya Sudah Jelas
Di sisi lain, pesantren yang memiliki jumlah santri lebih dari 1.000 orang juga diberi kesempatan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri melalui pengajuan kepada Badan Gizi Nasional.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Agama mencatat jumlah santri di Indonesia mencapai lebih dari 10 juta orang.
Sementara total peserta didik dan tenaga kependidikan di lingkungan pendidikan keagamaan diperkirakan mencapai 14 hingga 15 juta orang.
Romo Syafi'i menegaskan percepatan pelaksanaan MBG di pesantren penting dilakukan agar manfaat program dapat segera dirasakan lebih luas oleh peserta didik di lingkungan pendidikan keagamaan.
Baca Juga: Pesantren dengan 1.000 Santri Kini Bisa Bangun Dapur MBG Sendiri, Cek Ketentuannya
Tak hanya mendukung pemenuhan gizi santri, Romo Syafi'i menyebut Program MBG juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar pesantren.
Ia mencontohkan, satu dapur MBG dapat membutuhkan ribuan bahan pangan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan para penerima manfaat.
"Bayangkan satu dapur menyiapkan makanan per hari 3.000. Jadi kalau telur satu hari aja perlu 3.000. Kalau tempe satu hari perlu 3.000 potong," ujarnya.
"Multi efek ekonominya memang luar biasa. Jadi kami ingin mengatakan, luar biasa ini Presiden membangun BGN dan luar biasa manfaat BGN, bukan hanya untuk menyiapkan generasi masa depan tapi untuk pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat bawah," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









