Ketegangan Memuncak, Iran Sebar Kapal Selam 'Tak Terlihat' di Selat Hormuz

AKURAT BANTEN - Iran mengumumkan pengerahan kapal selam mini sebagai "penjaga tak terlihat" di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS serta gagalnya sejumlah upaya kesepakatan damai antara Teheran dan Washington.
Iran memiliki sedikitnya 16 kapal selam mini kelas Ghadir.
Setiap unit dioperasikan kurang dari 10 awak dan mampu membawa dua torpedo atau dua rudal jelajah anti-kapal C-704 buatan China.
Meski demikian, seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut dan meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas isu menyebut kapal selam itu relatif lebih bising dibanding sebagian besar kapal selam modern.
Baca Juga: Ditawarkan Ramah Pendaki Pemula, Ekspedisi ke Gunung Dukono Berujung Tragis
Sumber tersebut juga mengatakan awak kapal masih minim pengalaman dan armada itu dikenal memiliki persoalan dalam hal perawatan.
Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya dilintasi sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair dunia, sejak serangan pertama AS dan Israel pada 28 Februari.
Langkah pengerahan kapal selam mini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya mempertimbangkan kembali opsi penggunaan militer AS untuk mengawal kapal-kapal di kawasan itu.
Teheran selama ini dinilai mampu mengendalikan Selat Hormuz lewat penggunaan maupun ancaman rudal dan drone berbiaya murah.
Baca Juga: Kasus Campak di Indonesia Meledak, Hoaks Vaksin Jadi Pemicu Utama?
Kehadiran kapal selam mini disebut kemungkinan besar ditujukan untuk memperkuat efek ancaman tersebut.
Namun, kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri bagi operasi kapal selam di wilayah itu.
Kedalaman Selat Hormuz hanya sekitar 100 meter, sementara Teluk Persia juga relatif dangkal.
Situasi ini membuat kapal selam sulit bersembunyi, bahkan ketika tidak bergerak, karena sonar aktif dapat mendeteksi keberadaan objek asing di bawah laut.
Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam menyebut kapal selam Ghadir "dirancang khusus" untuk beroperasi di perairan dangkal seperti Selat Hormuz.
Baca Juga: Kemenkes RI Angkat Bicara soal Wabah Hantavirus Global, Ini Fakta yang Terungkap
Hingga kini, belum ada kapal selam Iran yang terlibat langsung dalam pertempuran selama perang berlangsung.
Sementara itu, satu-satunya kapal selam besar Iran yang masih aktif, yakni kapal kelas Kilo peninggalan era Soviet, dilaporkan tenggelam di dermaga tempatnya bersandar.
Kapal selam Ghadir memiliki ukuran jauh lebih kecil dengan bobot perpindahan sekitar 115 ton.
Sebagai perbandingan, kapal selam kelas Kilo memiliki bobot lebih dari 2.000 ton, sedangkan kapal selam serang nuklir kelas Los Angeles milik AS mencapai lebih dari 6.000 ton.
Secara umum, kapal selam mini digunakan untuk pertahanan wilayah pesisir karena tidak dirancang untuk pelayaran jarak jauh dan tidak mampu menyelam sedalam kapal selam besar.
Iran mulai mengembangkan kapal selam mini secara domestik dan pertama kali mengumumkan produksinya pada 2005.
Menurut sumber tersebut, desain Ghadir disebut merupakan tiruan dari kapal selam Korea Utara.
AS dan Israel mengklaim hampir seluruh armada laut Iran telah dihancurkan.
Meski begitu, kapal-kapal kecil Iran dilaporkan dua kali menyerang kapal AS yang melintas di Selat Hormuz dalam sepekan terakhir.
Komando Pusat AS menyatakan pihaknya berhasil menggagalkan sejumlah serangan tersebut.
Namun, aktivitas kapal tanker komersial hingga kini masih mengalami gangguan.
"Selain faktor pencegahan umum, risiko utama adalah peletakan ranjau," kata Emma Salisbury dari Foreign Policy Research Institute dan Royal Navy Strategic Studies Centre.
"Jika saya adalah Iran dan menginginkan pertunjukan besar, saya akan menggunakannya bersamaan dengan kapal serang cepat dan drone untuk serangan serentak besar-besaran terhadap kapal perang AS, tetapi itu tergantung seberapa gegabah mereka ingin bertindak dengan awaknya," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







