Banten

Satu Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair Mendarat di Cilacap, Pertamina Perkuat Napas Energi Nasional

Andi Syafrani | 31 Januari 2026, 21:04 WIB
Satu Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair Mendarat di Cilacap, Pertamina Perkuat Napas Energi Nasional

AKURAT BANTEN - PT Pertamina (Persero) kembali mencatat tonggak penting dalam upaya memperkuat pasokan energi nasional dengan mendatangkan satu juta barel minyak mentah dari Lapangan Aljazair di Afrika Utara. Pengiriman perdana ini ditandai dengan bersandarnya kapal tanker MT Spyros di perairan selatan Cilacap, Jawa Tengah.

Kapal tersebut menuntaskan perjalanan laut lintas benua selama lebih dari satu bulan sejak bertolak pada 24 Desember 2025.

Setibanya di Cilacap, MT Spyros langsung menjalani proses sandar untuk persiapan pembongkaran kargo minyak mentah yang akan diolah di kilang dalam negeri.

Baca Juga: Wamenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jamaah Bukan Ikut Menunaikan Ibadah

Saat proses sandar berlangsung, kapal terhubung secara langsung dengan Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Sistem pemantauan terintegrasi ini memastikan seluruh tahapan penerimaan dan pembongkaran minyak mentah berjalan aman, terkendali, dan sesuai standar operasional.

Kehadiran kargo minyak mentah dari Aljazair ini sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur Pertamina, khususnya kilang Cilacap, dalam menerima pasokan dari wilayah operasi luar negeri.

Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung keberlanjutan produksi dan mengurangi ketergantungan pada sumber tertentu.

Baca Juga: Akademisi UNIS Tangerang Sentil Wakil Ketua DPRD Serang soal RDP Banjir

Momen penerimaan kargo perdana tersebut disaksikan secara serentak dari tiga lokasi yang saling terhubung, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room RU IV Cilacap, serta lokasi operasional Pertamina di Aljazair. Koneksi lintas wilayah ini menjadi simbol koordinasi global yang semakin solid.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan, pengiriman minyak mentah ini menandai fase baru kiprah Pertamina di Afrika Utara, seiring diperpanjangnya Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A di Aljazair.

Baca Juga: Pemerintah Alihkan Pengelolaan 28 Perusahaan Bermasalah ke BUMN demi Tata Kelola dan Lapangan Kerja

“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudra selama lebih dari sebulan ini membawa harapan besar bagi visi ketahanan energi nasional. Ini adalah bukti nyata komitmen Pertamina dalam menjalankan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Simon menambahkan, keberhasilan pengapalan ini tidak lepas dari sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina.

Rantai pasok terintegrasi melibatkan PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen minyak mentah, Pertamina International Shipping sebagai operator pengangkutan, serta Kilang Pertamina Internasional sebagai pengelola dan pembeli untuk kebutuhan domestik.

Baca Juga: Longsor Cisarua Dipicu Alam Pakar UPI Ungkap Peran Lereng Terjal dan Hujan Ekstrem

Dengan masuknya pasokan minyak mentah dari Aljazair ke kilang nasional, Pertamina berharap dapat memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

Selain menjaga stabilitas pasokan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi memperluas portofolio sumber energi dan meningkatkan kemandirian energi Indonesia di masa depan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC