Banten

Viral Ulah Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok Saat Rapat Kesehatan, Ini Jejak Politik Achmad Syahri Assidiqi

Riski Endah Setyawati | 13 Mei 2026, 21:26 WIB
Viral Ulah Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok Saat Rapat Kesehatan, Ini Jejak Politik Achmad Syahri Assidiqi
Ilustrasi Bermain Ponsel (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Nama Achmad Syahri Assidiqi mendadak menjadi perhatian luas setelah video dirinya tersebar di media sosial saat mengikuti rapat penting DPRD Jember.

Dalam rekaman tersebut, anggota dewan muda itu terlihat santai bermain game di ponsel sambil merokok, ketika forum sedang membahas persoalan anggaran dan layanan kesehatan masyarakat.

Sikap tersebut langsung memancing kritik tajam dari masyarakat.

Baca Juga: Musim Paling Gila Arsenal! Rekor Berjatuhan, Final Liga Champions di Depan Mata

Banyak warganet yang sebelumnya belum mengenal sosok Syahri, kini mulai menelusuri latar belakang dan perjalanan politiknya.

Achmad Syahri Assidiqi lahir di Jember pada 21 Juni 1999.

Ia merupakan putra pertama dari pasangan Achmad Fadil Muzakki Syah dan Siti Aminah.

Baca Juga: Bikin Juri Terpaku! Siswa Ini Berani Protes Keras di LCC 4 Pilar, Kini Malah Banjir Tawaran Kuliah ke China!

Syahri dibesarkan di lingkungan religius Pondok Pesantren Al Qodiri, Patrang, Jember.

Pesantren besar yang telah lama dikenal luas itu diasuh oleh kakeknya, KH Achmad Muzakki Syah.

Lingkungan pesantren menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan perjalanan hidupnya.

Baca Juga: Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat, Kader Gerindra di DPRD Jember Hadapi Sidang Mahkamah Partai

Untuk pendidikan tinggi, Syahri menempuh studi di Institut Agama Islam Al Qodiri hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi.

Perguruan tinggi tersebut kemudian berkembang menjadi Universitas Islam KH Achmad Muzakki Syah.

Langkah politik Syahri terbilang mengejutkan banyak pihak.

Baca Juga: Prediksi Skor Man City vs Crystal Palace: Etihad Panas, Haaland Mengamuk Lagi?

Pada Pemilu Legislatif 2024, ia bergabung dengan Partai Gerindra dan maju dari daerah pemilihan 6 Jember.

Pilihan dapil tersebut cukup menyita perhatian karena berada jauh dari basis keluarga besarnya.

Di sisi lain, sang ayah dikenal sebagai tokoh politik dari Partai NasDem dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD NasDem Bondowoso.

Baca Juga: Bikin Juri Terpaku! Siswa Ini Berani Protes Keras di LCC 4 Pilar, Kini Malah Banjir Tawaran Kuliah ke China!

Meski masih sangat muda, Syahri berhasil menunjukkan hasil signifikan.

Ia mengantongi 12.102 suara dan sukses menembus kursi DPRD Jember.

Pencapaian itu membuatnya resmi dilantik sebagai anggota legislatif pada 21 Agustus 2024.

Baca Juga: Musim Paling Gila Arsenal! Rekor Berjatuhan, Final Liga Champions di Depan Mata

Usianya yang baru 25 tahun kala itu sempat membuat sebagian pihak meragukan kapasitasnya.

Namun, Syahri menegaskan dirinya tidak hanya mengandalkan nama besar keluarga.

Ia menyebut pengalaman organisasi kampus dan kehidupan pesantren menjadi modal utama dalam memahami dunia politik.

Baca Juga: Bikin Juri Terpaku! Siswa Ini Berani Protes Keras di LCC 4 Pilar, Kini Malah Banjir Tawaran Kuliah ke China!

"Saya besar di pesantren. Dulu mondok di Genggong-Probolinggo sampai SMA, kemudian kuliah saat kembali di Jember. Ikut organisasi dan kegiatan lain, akhirnya masuk politik di Gerindra," ungkapnya usai pelantikan.

Syahri juga pernah mengaku hanya mengeluarkan dana sekitar Rp100 juta selama masa kampanye.

Biaya tersebut, menurutnya, dipakai untuk kebutuhan operasional dan alat peraga, tanpa praktik pembelian suara.

Baca Juga: Musim Paling Gila Arsenal! Rekor Berjatuhan, Final Liga Champions di Depan Mata

Selama menjabat, performa Syahri di parlemen dinilai tidak terlalu menonjol.

Ia memang dikenal aktif menghadiri rapat dan agenda kedewanan, khususnya di Komisi D.

Namun, namanya jarang muncul dalam perdebatan besar atau kritik tajam terhadap kebijakan publik.

Baca Juga: Musim Paling Gila Arsenal! Rekor Berjatuhan, Final Liga Champions di Depan Mata

Sorotan besar justru datang setelah rapat dengar pendapat bersama Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan Puskesmas se-Jember pada 11 Mei 2026.

Video yang memperlihatkan dirinya bermain Clash of Clans sambil merokok di tengah rapat membuat citranya terpukul.

Kontroversi ini tak hanya menuai kecaman masyarakat, tetapi juga membuka potensi sanksi serius.

Baca Juga: Musim Paling Gila Arsenal! Rekor Berjatuhan, Final Liga Champions di Depan Mata

Syahri kini terancam menghadapi proses etik di Badan Kehormatan DPRD Jember.

Selain itu, Mahkamah Partai Gerindra juga disebut akan memeriksa tindakannya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.