Nusa Penida Gempar! Lift Kaca di Pantai Kelingking Jadi Sorotan, Keindahan Alam Terancam?

AKURAT BANTEN – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan rangka bangunan menyerupai lift kaca yang menempel di tebing ikonik Pantai Kelingking, Nusa Penida.
Proyek yang digadang-gadang akan memudahkan akses wisatawan ini justru menuai kecaman karena dianggap mencoreng keindahan alam Kelingking yang selama ini menjadi magnet pariwisata Bali.
Dalam pantauan akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Rabu (29/10/2025), terlihat jelas bagaimana struktur logam raksasa itu merusak pemandangan tebing yang selama ini menjadi daya tarik utama Kelingking.
"View seindah ini malah dibangun bangunan seperti ini," tulis akun tersebut, menyiratkan kekecewaan yang mendalam.
Baca Juga: Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan PNS November 2025 Hoaks atau Fakta? Ternyata Ini Kata Kemenkeu
Publik pun mulai mempertanyakan urgensi proyek ini, bahkan khawatir akan dampaknya terhadap keseimbangan alam. Tak sedikit yang berpendapat bahwa pembangunan lift kaca berpotensi mengganggu stabilitas tebing kapur yang notabene rapuh dan rentan terhadap erosi.
Di sisi lain, pihak pengelola kawasan bersikukuh bahwa proyek ini telah mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah.
Namun, pernyataan ini justru memicu pertanyaan lebih lanjut mengenai proses perizinan yang dinilai kurang transparan dan tidak melibatkan kajian lingkungan yang komprehensif.
Kontroversi Perizinan dan Ancaman Terhadap Alam
Menurut informasi yang beredar, proyek lift kaca Pantai Kelingking ini mulai digarap sejak Juli 2023. Pihak pemerintah daerah mengklaim bahwa pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keamanan bagi wisatawan.
Namun, banyak pihak yang meragukan validitas izin proyek ini, terutama terkait dengan aspek geoteknik, konservasi, dan estetika kawasan wisata.
Pantai Kelingking sendiri dikenal dengan tebing kapurnya yang menyerupai kepala dinosaurus, berpadu dengan hamparan pasir putih dan birunya laut yang memukau.
Keindahan alam ini telah menjadikan Kelingking sebagai primadona pariwisata Bali selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, rencana pembangunan lift kaca setinggi 182 meter ini dianggap sebagai tindakan yang kurang bijak dan tidak mempertimbangkan kelestarian alam.
Baca Juga: Adly Fairuz Cerai, Ternyata Ini Isi Gugatan Cerai Angbeen Rishi Kepada Mantan Pacar Shireen Sungkar
Kekhawatiran utama terletak pada potensi gangguan terhadap struktur batu kapur di Kelingking. Beban konstruksi logam yang berat dapat mempercepat erosi dan memicu retakan baru pada lapisan tebing. Hal ini tentu akan mengancam keutuhan dan keindahan Kelingking di masa depan.
Pembelaan Pengelola dan Tanggapan Pemerintah
Pihak pengelola proyek sebelumnya mengklaim bahwa pembangunan lift kaca telah melalui kajian lingkungan yang ketat dan menggunakan material ramah lingkungan. Mereka berdalih bahwa tujuan utama proyek ini adalah untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan wisatawan tanpa merusak keindahan alam.
Namun, pernyataan ini tampaknya tidak meredakan kekhawatiran publik. Di tengah ramainya polemik ini, pernyataan Gubernur Bali, I Wayan Koster, kembali menjadi sorotan. Koster pernah menyinggung tentang lemahnya pengawasan Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) yang kerap menimbulkan masalah serupa di berbagai wilayah Bali.
"Saya sudah mengikuti langkah-langkah dan upaya yang dilakukan Pansus TRAP di sejumlah wilayah serta tindakan sesuai kewenangan," ujar Koster dalam pernyataan resminya pada Selasa (28/10/2025).
Baca Juga: HEBOH! Wakil Kepala BGN Janjikan Rp5 Juta untuk Konten Viral, Ternyata Ini Fakta di Baliknya
Gubernur Koster juga menekankan bahwa pembangunan di kawasan wisata strategis harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penataan tata ruang yang lebih ketat di Bali, serta berupaya "bersih-bersih" untuk menata fondasi Bali menuju 100 tahun ke depan.
Namun, publik masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah daerah terkait dengan proyek lift kaca di Pantai Kelingking ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








