Banten

Persipura Dihukum Berat Usai Kerusuhan Suporter di Stadion Lukas Enembe, Denda Ratusan Juta dan Sanksi Tanpa Penonton

Riski Endah Setyawati | 16 Mei 2026, 17:15 WIB
Persipura Dihukum Berat Usai Kerusuhan Suporter di Stadion Lukas Enembe, Denda Ratusan Juta dan Sanksi Tanpa Penonton
Persipura (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Persipura Jayapura harus menerima konsekuensi serius setelah insiden kerusuhan suporter pecah usai kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa Banten dalam laga playoff promosi Championship 2025/26 yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe.

Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan sanksi berat kepada klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut akibat dinilai gagal mengendalikan keamanan stadion serta perilaku penonton setelah pertandingan berakhir.

Dalam keputusan tersebut, Persipura dikenai denda dengan total mencapai Rp240 juta.

Baca Juga: Resmikan Museum Marsinah, Prabowo Tegaskan Pentingnya Keadilan Kaum Buruh

Tak berhenti pada sanksi finansial, klub asal Papua itu juga diwajibkan menjalani pertandingan kandang tanpa kehadiran suporter selama satu musim kompetisi penuh.

Hukuman ini menjadi salah satu sanksi paling berat yang diberikan menyusul insiden kerusuhan suporter di sepak bola nasional.

Keributan yang terjadi selepas laga terekam dalam berbagai video yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Baca Juga: Viral! Pelaku Curas Mahasiswi Unpad di Jatinangor Ditangkap, Aksinya Keji Lindas Korban

Sejumlah oknum pendukung terlihat melakukan aksi anarkistis dengan merusak fasilitas stadion.

Situasi di sekitar arena pertandingan pun berubah mencekam akibat aksi massa yang sulit dikendalikan.

Selain kerusakan infrastruktur, insiden tersebut juga menimbulkan korban dari kalangan penonton maupun aparat keamanan.

Baca Juga: Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Resmi Izinkan Maskapai Naikkan Biaya Tiket Pesawat

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengungkapkan bahwa beberapa orang mengalami dampak langsung akibat kekacauan tersebut.

"Ada beberapa penonton yang panik dan pingsan. Juga beberapa personel Polri yang terkena lemparan batu dari massa," ujar Cahyo.

Menurut pihak kepolisian, kerusuhan dipicu oleh kekecewaan suporter atas hasil akhir pertandingan yang menggagalkan langkah Persipura dalam perebutan promosi.

Baca Juga: Viral! Pelaku Curas Mahasiswi Unpad di Jatinangor Ditangkap, Aksinya Keji Lindas Korban

Emosi yang tidak terkendali kemudian berubah menjadi tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.

Polda Papua bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap para pelaku yang terlibat.

Dari hasil pemeriksaan, aparat telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka.

Baca Juga: Resmikan Museum Marsinah, Prabowo Tegaskan Pentingnya Keadilan Kaum Buruh

Mereka diduga terlibat dalam berbagai tindakan pidana, mulai dari pembakaran, perusakan fasilitas umum, hingga aksi pengeroyokan.

Kasus ini menjadi sorotan besar karena mencoreng perjuangan Persipura di level kompetisi nasional.

Di sisi lain, keputusan Komdis PSSI diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh klub agar lebih serius menjaga keamanan pertandingan dan mengedukasi suporternya.

Baca Juga: Viral! Pelaku Curas Mahasiswi Unpad di Jatinangor Ditangkap, Aksinya Keji Lindas Korban

Sanksi ini sekaligus menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam sepak bola tidak akan ditoleransi.

Persipura kini menghadapi tantangan tambahan, bukan hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga pemulihan citra klub di tengah hukuman berat yang harus dijalani.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.