Terungkap! Anak Jadi Tersangka Kasus Kematian Satu Keluarga di Warakas, Motifnya Bikin Geleng Kepala

AKURAT BANTEN - Kasus kematian satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya menemui titik terang. Polisi memastikan tiga korban meninggal dunia akibat diracun dalam sebuah pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya.
Peristiwa memilukan ini sempat menyisakan tanda tanya besar, terlebih karena satu anggota keluarga berinisial S (22) ditemukan masih hidup meski dalam kondisi lemas dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun, fakta di balik kejadian justru mengungkap hal yang jauh lebih mengejutkan.
Baca Juga: OTT KPK di PN Depok, Ketua PT Bandung Ungkap Ada Tiga Pejabat Terlibat Dugaan Suap Sengketa Tanah
Dalam proses penyelidikan lanjutan, polisi menetapkan S sebagai tersangka utama. Ia diduga kuat menjadi pelaku yang meracuni seluruh anggota keluarganya. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan berbagai alat bukti yang saling menguatkan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara komprehensif.
Mulai dari hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), autopsi dokter forensik, uji toksikologi, hingga keterangan saksi dan temuan barang bukti di lokasi kejadian.
Baca Juga: HPN 2026 di Banten Diawali Ekspedisi Sejarah, Insan Pers Nasional Sambangi Banten Lama
“Dari hasil pemeriksaan forensik dan toksikologi, dipastikan penyebab kematian tiga korban adalah racun,” ujar Onkoseno dalam keterangannya.
Korban dalam peristiwa ini masing-masing berinisial SS (50), AF (27), dan AD (14). Ketiganya ditemukan tak bernyawa di dalam rumah pada Kamis pagi, 2 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, setelah polisi menerima laporan dari warga sekitar.
Lebih jauh, penyidik mengungkap motif di balik aksi keji tersebut. Perbuatan tersangka dipicu oleh dendam mendalam terhadap keluarganya sendiri. Ia mengaku kerap merasa diperlakukan tidak adil dan sering dimarahi oleh sang ibu, hingga emosi yang dipendam berujung pada tindakan fatal.
Tersangka diketahui meracuni korban secara bertahap, termasuk dirinya sendiri, guna mengelabui aparat agar terlihat sebagai korban selamat. Namun, skenario tersebut akhirnya terbongkar setelah polisi menemukan kejanggalan dari hasil pemeriksaan medis dan forensik.
Kini, S telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan kronologi secara utuh, termasuk jenis racun yang digunakan dan cara pelaku memperolehnya.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa konflik dalam keluarga, jika tidak dikelola dengan baik, dapat berujung pada tragedi yang tak terbayangkan. Aparat pun mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga dan tidak ragu mencari bantuan saat menghadapi masalah serius.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







