Banten

Terungkap! Anak Jadi Tersangka Kasus Kematian Satu Keluarga di Warakas, Motifnya Bikin Geleng Kepala

Andi Syafrani | 6 Februari 2026, 16:13 WIB
Terungkap! Anak Jadi Tersangka Kasus Kematian Satu Keluarga di Warakas, Motifnya Bikin Geleng Kepala

AKURAT BANTEN - Kasus kematian satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya menemui titik terang. Polisi memastikan tiga korban meninggal dunia akibat diracun dalam sebuah pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya.

Peristiwa memilukan ini sempat menyisakan tanda tanya besar, terlebih karena satu anggota keluarga berinisial S (22) ditemukan masih hidup meski dalam kondisi lemas dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun, fakta di balik kejadian justru mengungkap hal yang jauh lebih mengejutkan.

Baca Juga: OTT KPK di PN Depok, Ketua PT Bandung Ungkap Ada Tiga Pejabat Terlibat Dugaan Suap Sengketa Tanah

Dalam proses penyelidikan lanjutan, polisi menetapkan S sebagai tersangka utama. Ia diduga kuat menjadi pelaku yang meracuni seluruh anggota keluarganya. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan berbagai alat bukti yang saling menguatkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara komprehensif.

Mulai dari hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), autopsi dokter forensik, uji toksikologi, hingga keterangan saksi dan temuan barang bukti di lokasi kejadian.

Baca Juga: HPN 2026 di Banten Diawali Ekspedisi Sejarah, Insan Pers Nasional Sambangi Banten Lama

“Dari hasil pemeriksaan forensik dan toksikologi, dipastikan penyebab kematian tiga korban adalah racun,” ujar Onkoseno dalam keterangannya.

Korban dalam peristiwa ini masing-masing berinisial SS (50), AF (27), dan AD (14). Ketiganya ditemukan tak bernyawa di dalam rumah pada Kamis pagi, 2 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, setelah polisi menerima laporan dari warga sekitar.

Lebih jauh, penyidik mengungkap motif di balik aksi keji tersebut. Perbuatan tersangka dipicu oleh dendam mendalam terhadap keluarganya sendiri. Ia mengaku kerap merasa diperlakukan tidak adil dan sering dimarahi oleh sang ibu, hingga emosi yang dipendam berujung pada tindakan fatal.

Baca Juga: Belum Lama Istri Wafat Karena Sakit, Pesulap Merah Ngaku Poligami dengan Ratu Rizky Nabila sejak 2022

Tersangka diketahui meracuni korban secara bertahap, termasuk dirinya sendiri, guna mengelabui aparat agar terlihat sebagai korban selamat. Namun, skenario tersebut akhirnya terbongkar setelah polisi menemukan kejanggalan dari hasil pemeriksaan medis dan forensik.

Kini, S telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan kronologi secara utuh, termasuk jenis racun yang digunakan dan cara pelaku memperolehnya.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa konflik dalam keluarga, jika tidak dikelola dengan baik, dapat berujung pada tragedi yang tak terbayangkan. Aparat pun mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga dan tidak ragu mencari bantuan saat menghadapi masalah serius.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC