Fakta Mengejutkan Program Makan Bergizi Gratis Prabowo, Ada Dugaan Korupsi hingga Rp40 Triliun Dipangkas

AKURAT BANTEN - Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengakui pada 16 Mei bahwa program makan gratis untuk mengatasi masalah kekurangan gizi masih menghadapi berbagai kendala serius.
Program unggulan pemerintah tersebut disebutnya memang belum berjalan sempurna dan membutuhkan banyak pembenahan di lapangan.
Sejak resmi diluncurkan pada Januari 2025, program bernilai miliaran dolar itu menuai sorotan luas setelah ribuan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.
Sejumlah pihak pun mendesak agar program tersebut dievaluasi sementara waktu karena muncul kekhawatiran terkait standar kebersihan hingga dugaan praktik korupsi.
Baca Juga: 5 WNI Diculik IDF, MUI Kecam Israel dan Desak Pemerintah Bebaskan Jurnalis serta Aktivis RI
"Memang benar ada banyak masalah dan tantangan. Makanan bergizi gratis datang dengan banyak masalah, kita harus menatanya," kata Prabowo dalam pidatonya di Jawa Timur yang diunggah ke saluran YouTube resminya pada 16 Mei.
Program makan bergizi gratis tersebut diklaim telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat hingga Maret 2025.
Namun, kebijakan itu juga menjadi salah satu program pertama yang terkena pengurangan anggaran saat pemerintah berupaya menahan dampak ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia kemudian memangkas pelaksanaan program dari enam hari menjadi lima hari per pekan pada Maret lalu.
Baca Juga: Heboh Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia, Data Jumlah Penumpang Ternyata Salah
Langkah tersebut diambil untuk menghemat anggaran hingga 40 triliun rupiah atau setara sekitar S$2,9 miliar.
Meski diterpa berbagai persoalan, Prabowo menegaskan bahwa program makan bergizi gratis tetap mendapat dukungan besar dari masyarakat.
Ia mengaku banyak menerima aspirasi langsung dari warga yang merasa terbantu dengan keberadaan program tersebut.
"Makanan bergizi gratis sangat penting bagi bangsa kita. Ke mana pun saya pergi, saya bertemu orang-orang biasa, para petani, yang berkata, 'Pak, tolong jangan hentikan program makanan bergizi gratis, ini benar-benar membantu cucu-cucu saya untuk bisa makan," katanya.
Program ini sendiri menjadi salah satu janji utama Prabowo dalam kampanye Pemilihan Presiden 2024 lalu.
Pemerintah menilai kebijakan tersebut penting untuk membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak.
Sementara itu, lembaga antikorupsi Indonesia Corruption Watch atau ICW pekan lalu melaporkan Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional yang bertanggung jawab atas distribusi makanan gratis.
Dalam laporan yang diajukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, ICW menyebut adanya dugaan selisih anggaran hampir US$50 juta atau sekitar S$64 juta dalam pengadaan sertifikasi halal.
Menanggapi isu tersebut, Prabowo memastikan pemerintah akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan program tersebut.
"Pemerintah saya tidak ragu-ragu: Siapa pun yang melanggar aturan, yang menyimpang, yang menyalahgunakan wewenang, akan dikenai sanksi, kami akan membersihkan mereka, kami akan mencopot mereka dari jabatannya," katanya.
Saat ini, lebih dari 20 persen anak di Indonesia masih mengalami stunting akibat kekurangan gizi kronis.
Pemerintah berharap program makan bergizi gratis dapat menjangkau sedikitnya 82,9 juta warga atau sekitar sepertiga populasi Indonesia guna menekan angka kerawanan pangan dan masalah gizi nasional.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas






