BRIN Ungkap Teknologi Masa Depan Kendaraan Otonom, Bisa Pantau Kerusakan Sebelum Terjadi

AKURAT BANTEN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan kerangka digital twin guna memperkuat integrasi aspek keselamatan struktural dan perilaku pada kendaraan otonom.
Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Nimas Ayu Untariyati, menjelaskan bahwa riset tersebut memanfaatkan teknologi digital twin.
Digital twin ialah representasi virtual kendaraan yang dapat memonitor secara bersamaan hubungan antara keputusan sistem otonom dan dampaknya terhadap kondisi fisik kendaraan.
Ia menyebut, pendekatan digital twin menghadirkan perspektif baru dalam pengujian keselamatan kendaraan tanpa pengemudi.
Baca Juga: Indonesia Tambah Jet Tempur Rafale dan Radar Canggih, Ini Pesan Tegas Prabowo
“Selama ini, evaluasi kendaraan otonom lebih banyak berfokus pada kecerdasan sistem dalam merespons kondisi jalan. Melalui pendekatan digital twin, kami mengintegrasikan aspek perilaku dan kondisi fisik kendaraan secara simultan, sehingga potensi kerusakan struktural dapat dipantau dan diprediksi sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan data dari sensor bawaan kendaraan membuat implementasi sistem ini lebih praktis dan efisien tanpa perlu perangkat tambahan yang rumit.
“Perkembangan kendaraan otonom menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemampuan pengambilan keputusan berbasis kecerdasan buatan. Namun, pengujian keselamatan selama ini masih berfokus pada aspek perilaku sistem, seperti kemampuan menghindari tabrakan,” tuturnya.
Pendekatan tersebut dianggap belum sepenuhnya memperhitungkan dampak pola berkendara otonom terhadap kondisi fisik kendaraan, terutama pada bagian rangka dan komponen struktural.
Baca Juga: Ancaman Ebola Semakin Serius, Indonesia Ambil Langkah Darurat di Bandara dan Pelabuhan
Kerangka digital twin yang dikembangkan terdiri atas tiga tahap utama, yakni tahap perilaku yang menggambarkan keputusan sistem kendaraan, tahap fisik gerak yang menghitung distribusi beban akibat manuver, serta tahap kondisi struktur yang menganalisis potensi kerusakan pada rangka dan suspensi.
Ketiga proses tersebut berlangsung secara terus-menerus selama kendaraan digunakan.
“Dinamika pergerakan kendaraan, seperti pengereman, akselerasi, dan manuver belok, menyebabkan distribusi beban yang terus berubah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kelelahan material (fatigue) yang berpotensi menimbulkan kerusakan struktural,” imbuhnya.
Nimas mengungkapkan, salah satu keunggulan metode ini terletak pada kemampuannya memanfaatkan data sensor bawaan kendaraan tanpa membutuhkan perangkat tambahan.
Sistem mampu memperkirakan tingkat tekanan serta akumulasi kerusakan sebagai dasar analisis kondisi kendaraan secara real time.
Data tersebut kemudian dipakai untuk membangun indikator prediktif terkait tingkat keausan komponen kendaraan.
Penelitian ini dinilai berpotensi mendukung pengembangan sistem perawatan prediktif pada kendaraan otonom, meningkatkan standar keselamatan berbasis integrasi sistem dan struktur.
Sekaligus pula mengoptimalkan desain kendaraan agar lebih adaptif terhadap pola operasi kendaraan otonom.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang
- 10Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan







