SPPG Nameng Diduga Abaikan Standar BGN, Buang Limbah dan Jumlah CCTV Tak Sesuai SOP

AKURAT BANTEN, LEBAK – Dugaan pengabaian standar operasional (SOP) Yayasan Mitra Lebak Mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) mencuat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut disorot setelah diduga membuang limbah cair ke aliran sungai kecil dan hanya memasang enam unit CCTV dari standar 12 unit kamera pengawas.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga terkait potensi pencemaran lingkungan serta lemahnya sistem pengawasan operasional dapur MBG yang melayani ribuan penerima manfaat.
Baca Juga: Detik-Detik Penembakan Dekat Gedung Putih Bikin Washington DC Siaga Penuh
Kepala SPPG Nameng, Zakaria, membenarkan bahwa limbah cair hasil aktivitas dapur MBG dialirkan ke sungai kecil yang berada di sekitar area Pondok Pesantren Modern Al Bayan, lokasi berdirinya dapur SPPG Nameng.
Meski demikian, Zakaria menegaskan bahwa limbah yang dibuang telah melalui proses pengolahan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Iya memang air limbah dapur kita buang ke sungai kecil yang ada di sekitar dapur. Namun sebelumnya kita olah dulu melalui IPAL, sehingga air limbah yang dibuang sudah tidak kotor,” ujar Zakaria kepada awak media saat ditemui di lokasi dapur MBG, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Memanas! Roy Suryo Sentil Isu 'Gebrak Meja' Solo, Peradi Justru Ungkap Kekecewaan Jokowi Terkait P21
Selain persoalan limbah, Zakaria juga mengakui jumlah kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area dapur saat ini baru enam unit. Padahal, berdasarkan standar pengawasan operasional dari BGN, dapur MBG seharusnya dilengkapi 12 unit CCTV.
Menurutnya, keterbatasan CCTV terjadi karena pihak SPPG masih menunggu bantuan pengadaan dari Badan Gizi Nasional.
“Kita masih menunggu, karena untuk CCTV pengadaannya dari BGN. Namun untuk mengawasi dapur, kita pasang sendiri dulu,” katanya.
Baca Juga: Kementerian Era Prabowo Bobrok, AHY Singgung Soal Merasa Paling Hebat, Menteri Siapa Ya?
Zakaria menjelaskan, SPPG Nameng saat ini melayani lebih dari 2.000 penerima manfaat program MBG. Penerima manfaat terdiri dari siswa TK/RA, SD, SMP, SMA/SMK hingga kelompok B3 seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Mayoritas penerima manfaat berada di lingkungan pesantren. Di Al Bayan sendiri penerima MBG lebih dari seribu orang,” jelasnya.
Sementara itu, warga Nameng, Madroji, meminta Kepala Satgas MBG Kabupaten Lebak dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak segera turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi dapur MBG.
Menurutnya, masyarakat khawatir limbah cair yang dibuang ke aliran sungai dapat berdampak terhadap area persawahan warga karena air sungai tersebut digunakan untuk pengairan sawah.
Baca Juga: Di Balik Kesuksesan Manchester City, Pep Guardiola Simpan Penyesalan Besar
“Kami khawatir berdampak pada sawah yang pengairannya mengambil dari aliran sungai kecil tersebut, karena para petani menggunakan aliran sungai tersebut,” ujarnya.
Warga juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pengawasan ketat terhadap operasional dapur MBG agar pengelolaan limbah serta sistem pengawasan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak maupun Satgas MBG terkait dugaan pengabaian standar BGN dan pengelolaan limbah di SPPG Nameng tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










