Banten

Dentuman Tembakan Gegerkan Dekat Gedung Putih, Pelaku Tewas usai Baku Tembak dengan Secret Service

Riski Endah Setyawati | 24 Mei 2026, 22:30 WIB
Dentuman Tembakan Gegerkan Dekat Gedung Putih, Pelaku Tewas usai Baku Tembak dengan Secret Service
Ilustrasi Senjata Api (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Suasana di sekitar Gedung Putih Amerika Serikat mendadak berubah tegang setelah terjadi aksi penembakan.

Seorang pria bersenjata dilaporkan tewas setelah terlibat baku tembak dengan petugas Secret Service di area perimeter keamanan Gedung Putih.

Peristiwa itu terjadi ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang berada di dalam kompleks Gedung Putih.

Baca Juga: 27 Negara Berebut Dana Darurat Bank Dunia Imbas Perang Iran, Nilainya Bisa Tembus Ratusan Miliar Dolar

Meski insiden berlangsung cukup dekat dengan pusat pemerintahan AS tersebut, pihak keamanan memastikan Trump tidak mengalami ancaman langsung maupun cedera.

Menurut penjelasan Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, pria tersebut awalnya mengeluarkan senjata api dari dalam tas yang dibawanya.

Tak lama kemudian, pelaku mulai melepaskan tembakan ke arah area sekitar pengamanan Gedung Putih.

Baca Juga: Tangis Haru Kakek Mujiran Bebas, Intervensi Tegas Kepala BP BUMN Runtuhkan Kekakuan Hukum!

“Polisi Secret Service membalas tembakan dan mengenai pelaku,” ujar Guglielmi.

Setelah dilumpuhkan, pelaku langsung dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia beberapa saat kemudian.

Baca Juga: Kisah Haru Berujung Kocak Ustadz Das’ad Latif: Suruh Anak Curi Kotak Amal, Pas Dibuka Ternyata Isinya...

Dalam kejadian itu, seorang warga sipil turut menjadi korban akibat terkena tembakan saat situasi baku tembak berlangsung.

Sampai sekarang, belum ada keterangan resmi terkait kondisi terbaru korban sipil tersebut.

Sejumlah laporan media di Amerika Serikat menyebut pelaku bernama Nasire Best, pria berusia 21 tahun asal Maryland.

Baca Juga: 27 Negara Berebut Dana Darurat Bank Dunia Imbas Perang Iran, Nilainya Bisa Tembus Ratusan Miliar Dolar

Ia disebut memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan pernah beberapa kali berurusan dengan aparat Secret Service sebelumnya.

Insiden tersebut membuat kawasan pusat kota Washington DC sempat lumpuh sementara.

Petugas keamanan langsung memperketat penjagaan dan menutup akses menuju beberapa titik di sekitar Gedung Putih.

Baca Juga: Tangis Haru Kakek Mujiran Bebas, Intervensi Tegas Kepala BP BUMN Runtuhkan Kekakuan Hukum!

Pasukan Garda Nasional terlihat berjaga di sejumlah ruas jalan utama tidak lama setelah suara tembakan terdengar.

Warga dan wisatawan yang berada di lokasi mengaku panik karena sempat mengira suara ledakan itu berasal dari pesta kembang api.

Seorang turis asal Kanada bernama Reid Adrian mengatakan dirinya mendengar puluhan letusan dalam waktu singkat.

Baca Juga: 27 Negara Berebut Dana Darurat Bank Dunia Imbas Perang Iran, Nilainya Bisa Tembus Ratusan Miliar Dolar

“Kami mendengar sekitar 20 sampai 25 suara seperti kembang api, ternyata itu suara tembakan,” katanya.

Situasi panik juga dirasakan para jurnalis yang sedang berada di area halaman utara Gedung Putih.

Mereka diminta segera masuk dan berlindung ke ruang konferensi pers demi alasan keamanan.

Baca Juga: 27 Negara Berebut Dana Darurat Bank Dunia Imbas Perang Iran, Nilainya Bisa Tembus Ratusan Miliar Dolar

Peristiwa penembakan ini kembali memunculkan sorotan terkait keamanan Donald Trump yang dalam beberapa tahun terakhir beberapa kali menjadi sasaran ancaman serius.

Sebelumnya, Trump dilaporkan pernah menjadi target dugaan percobaan pembunuhan dalam sejumlah kejadian berbeda.

Salah satu insiden terbaru terjadi pada April lalu ketika seorang pria bersenjata mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan hotel tempat Trump menghadiri acara gala media.

Baca Juga: 27 Negara Berebut Dana Darurat Bank Dunia Imbas Perang Iran, Nilainya Bisa Tembus Ratusan Miliar Dolar

Pelaku berhasil dihentikan aparat sebelum sempat mendekati mantan presiden tersebut.

Tak hanya itu, pada Juli 2024 lalu, Trump juga sempat terluka di bagian telinga saat menghadiri kampanye politik di Butler, Pennsylvania.

Penembakan ketika itu menewaskan satu orang peserta kampanye dan membuat situasi politik Amerika Serikat memanas.

Baca Juga: 27 Negara Berebut Dana Darurat Bank Dunia Imbas Perang Iran, Nilainya Bisa Tembus Ratusan Miliar Dolar

Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, aparat keamanan kembali menangkap pria bersenjata di lapangan golf West Palm Beach saat Trump sedang bermain golf.

Rangkaian insiden itu membuat pengamanan terhadap Trump kini semakin diperketat di berbagai lokasi kegiatan publik.

Pihak Secret Service hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif penembakan yang terjadi di dekat Gedung Putih tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.