Dentuman Tembakan Gegerkan Dekat Gedung Putih, Pelaku Tewas usai Baku Tembak dengan Secret Service

AKURAT BANTEN - Suasana di sekitar Gedung Putih Amerika Serikat mendadak berubah tegang setelah terjadi aksi penembakan.
Seorang pria bersenjata dilaporkan tewas setelah terlibat baku tembak dengan petugas Secret Service di area perimeter keamanan Gedung Putih.
Peristiwa itu terjadi ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang berada di dalam kompleks Gedung Putih.
Meski insiden berlangsung cukup dekat dengan pusat pemerintahan AS tersebut, pihak keamanan memastikan Trump tidak mengalami ancaman langsung maupun cedera.
Menurut penjelasan Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, pria tersebut awalnya mengeluarkan senjata api dari dalam tas yang dibawanya.
Tak lama kemudian, pelaku mulai melepaskan tembakan ke arah area sekitar pengamanan Gedung Putih.
Baca Juga: Tangis Haru Kakek Mujiran Bebas, Intervensi Tegas Kepala BP BUMN Runtuhkan Kekakuan Hukum!
“Polisi Secret Service membalas tembakan dan mengenai pelaku,” ujar Guglielmi.
Setelah dilumpuhkan, pelaku langsung dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia beberapa saat kemudian.
Dalam kejadian itu, seorang warga sipil turut menjadi korban akibat terkena tembakan saat situasi baku tembak berlangsung.
Sampai sekarang, belum ada keterangan resmi terkait kondisi terbaru korban sipil tersebut.
Sejumlah laporan media di Amerika Serikat menyebut pelaku bernama Nasire Best, pria berusia 21 tahun asal Maryland.
Ia disebut memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan pernah beberapa kali berurusan dengan aparat Secret Service sebelumnya.
Insiden tersebut membuat kawasan pusat kota Washington DC sempat lumpuh sementara.
Petugas keamanan langsung memperketat penjagaan dan menutup akses menuju beberapa titik di sekitar Gedung Putih.
Baca Juga: Tangis Haru Kakek Mujiran Bebas, Intervensi Tegas Kepala BP BUMN Runtuhkan Kekakuan Hukum!
Pasukan Garda Nasional terlihat berjaga di sejumlah ruas jalan utama tidak lama setelah suara tembakan terdengar.
Warga dan wisatawan yang berada di lokasi mengaku panik karena sempat mengira suara ledakan itu berasal dari pesta kembang api.
Seorang turis asal Kanada bernama Reid Adrian mengatakan dirinya mendengar puluhan letusan dalam waktu singkat.
“Kami mendengar sekitar 20 sampai 25 suara seperti kembang api, ternyata itu suara tembakan,” katanya.
Situasi panik juga dirasakan para jurnalis yang sedang berada di area halaman utara Gedung Putih.
Mereka diminta segera masuk dan berlindung ke ruang konferensi pers demi alasan keamanan.
Peristiwa penembakan ini kembali memunculkan sorotan terkait keamanan Donald Trump yang dalam beberapa tahun terakhir beberapa kali menjadi sasaran ancaman serius.
Sebelumnya, Trump dilaporkan pernah menjadi target dugaan percobaan pembunuhan dalam sejumlah kejadian berbeda.
Salah satu insiden terbaru terjadi pada April lalu ketika seorang pria bersenjata mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan hotel tempat Trump menghadiri acara gala media.
Pelaku berhasil dihentikan aparat sebelum sempat mendekati mantan presiden tersebut.
Tak hanya itu, pada Juli 2024 lalu, Trump juga sempat terluka di bagian telinga saat menghadiri kampanye politik di Butler, Pennsylvania.
Penembakan ketika itu menewaskan satu orang peserta kampanye dan membuat situasi politik Amerika Serikat memanas.
Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, aparat keamanan kembali menangkap pria bersenjata di lapangan golf West Palm Beach saat Trump sedang bermain golf.
Rangkaian insiden itu membuat pengamanan terhadap Trump kini semakin diperketat di berbagai lokasi kegiatan publik.
Pihak Secret Service hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif penembakan yang terjadi di dekat Gedung Putih tersebut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







