Usai Tuntaskan Misi di Tanah Palestina, Tim Medis EMT 4 BSMI Kembali ke Tanah Air Indonesia

AKURAT BANTEN - Setelah hampir tiga pekan menjalankan misi kemanusiaan, Tim Emergency Medical Team (EMT) 4 Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) akhirnya tiba kembali di Tanah Air.
Tim ini bertugas di Gaza sejak 7 hingga 24 Agustus 2025, membantu memberikan layanan medis kepada warga Palestina yang terdampak perang.
Tim EMT 4 terdiri dari tiga dokter spesialis, yakni dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B (dokter spesialis bedah), dr. Annisa Anjani Ramadan, Sp.DV (dokter spesialis dermatologi venereologi), serta dr. Bambang Surif Djamaluddin, Sp.A (dokter spesialis anak).
Baca Juga: Transformasi BP Haji Jadi Kementerian Haji, Dahnil Pastikan Seleksi Pegawai Tak Sekadar Formalitas
Ketiganya ditempatkan di sejumlah rumah sakit dan klinik di Gaza untuk memberikan pelayanan sesuai keahlian masing-masing.
Selama bertugas, mereka melayani pasien di RS Al Shifa, Gaza City, khususnya untuk penanganan kasus bedah darurat, instalasi gawat darurat, dan perawatan luka. Di RS Rantisi, Gaza City, mereka fokus pada layanan kesehatan anak.
Selain itu, mereka juga membantu di sebuah klinik di Gaza City untuk penanganan penyakit kulit dan infeksi, serta di RS Al Nasser, Khan Younis, yang melayani penanganan medis lanjutan di wilayah selatan Gaza.
Baca Juga: AHY Tegaskan Prioritas Konektivitas Transportasi, Bukan Gerbong Khusus Perokok
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) BSMI, M Djazuli Ambari, menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para relawan medis yang telah menuntaskan tugas di Gaza.
Dia menegaskan kepulangan tim EMT 4 ini menjadi bukti nyata komitmen BSMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan lintas batas.
Sebab, misi tersebut kata dia, sedikit membantu meringankan beban warga Gaza, tetapi juga meneguhkan solidaritas bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga: Dari Badan ke Kementerian, BP Haji Siap Jalani Transformasi Besar Demi Layanan Jamaah
"Kami bersyukur tim EMT 4 BSMI dapat kembali dengan selamat setelah memberikan layanan medis di tengah situasi yang sangat sulit di Gaza. Kehadiran mereka membawa harapan dan membantu meringankan beban warga yang terdampak konflik," ungkap Djazuli.
Ia menegaskan bahwa misi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BSMI dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Hingga saat ini, BSMI telah mengirimkan 16 dokter spesialis dalam misi EMT ke Gaza.
"BSMI tidak akan berhenti mendukung rakyat Palestina. Kami sedang menyiapkan langkah lanjutan untuk mengirimkan bantuan medis, peralatan, serta tim berikutnya demi memastikan keberlanjutan pelayanan kesehatan di Gaza," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim EMT 4, dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B, menggambarkan kondisi kesehatan di Gaza masih sangat memprihatinkan.
Ia menjelaskan bahwa banyak pasien menderita luka berat akibat serangan, sementara kasus penyakit kulit dan gangguan kesehatan anak terus meningkat karena kondisi lingkungan yang buruk.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Tangerang Pastikan Tidak Ada Pembahasan Kenaikan PBB-P2
"Banyak pasien dengan luka berat akibat serangan, serta kasus penyakit kulit dan gangguan kesehatan anak yang meningkat karena kondisi lingkungan yang buruk. Selain itu, kami menemukan banyak pasien, khususnya anak-anak, mengalami malnutrisi akibat keterbatasan pangan dan sulitnya akses bantuan gizi. Kondisi ini memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







