Barisan 8 Center Kritik Keras Bea Cukai: Jika Lemah, Ganti Pejabatnya

AKURAT BANTEN - Ketua Barisan 8 Center Andrio Caesario menyoroti kinerja kementerian di Kabinet Prabowo Subianto. Salah satunya, yakni Kementerian Keuangan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dinilai kerap menimbulkan polemik dan persoalan di tengah masyarakat.
Sebagai organisasi pengawal kebajikan pemerintah, Barisan 8 Center menilai berbagai kasus yang mencuat belakangan ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh instansi kepabeanan dan pengawasan impor.
Sebab itu, Barisan 8 Center meminta Purbaya Yudhi Sadewa agar lebih tepat, tegas, dan serius dalam mengawasi maupun mengevaluasi lembaga atau instansi yang berada di bawah koordinasi pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan sektor keuangan dan kepabeanan.
Baca Juga: Teror Pocong Jadi-Jadian Viral di Medsos, Benarkah Ada Modus Kriminal di Baliknya?
“Jangan sampai ada pembiaran terhadap instansi yang terus-menerus menimbulkan persoalan. Apalagi korupsi, ini tak ada toleransi. Jadi evaluasi total dan langkah tegas harus dilakukan agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo," ujar Andrio, Senin (25/5/2026).
Andrio juga menegaskan, jika pembenahan di tubuh Bea Cukai dan instansi terkait harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut kredibilitas negara dalam penegakan hukum, pelayanan publik, serta pengawasan arus barang impor.
“Ketegasan tidak boleh berhenti di pusat. Di daerah, pengawasan harus sama kerasnya, karena pelanggaran sering lahir dari lemahnya kontrol lapangan. Jadi tak ada kompromi terhadap kinerja buruk. Jika pengawasan lemah dan masalah berulang, pergantian pejabat harus menjadi bagian dari solusi,” tandasnya.
Baca Juga: Siap-Siap Kejutan! Ini Prediksi Harga Emas Antam Besok Senin 25 Mei 2026, Mau Borong atau Lepas?
Diketahui, nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama belakangan menjadi sorotan. Hal ini terjadi usai nama Djaka sudah dua kali terseret dalam persidangan dugaan tindak pidana korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.
Terbaru, Jaksa KPK menyebut Djaka menerima suap Sin$213.600 atau setara Rp2,94 miliar (kurs hari ini Rp13.805,46) dari Pemilik Blueray Cargo, John Field salah satu terdakwa dalam perkara ini. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








