Banten

Terungkap! Mayoritas Daging Dam Jemaah Haji Indonesia 2026 Bakal Dikirim ke Palestina

Viona Sebastian Nolani | 25 Mei 2026, 14:19 WIB
Terungkap! Mayoritas Daging Dam Jemaah Haji Indonesia 2026 Bakal Dikirim ke Palestina
Kemenhaj RI mengungkap jumlah dam yang telah dibayarkan jemaah tercatat mencapai 126.832 hadyu. (haji.go.id)

AKURAT BANTEN - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan tata kelola dam jemaah haji tahun 2026 berlangsung lebih tertata dan terbuka.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi (22 Mei 2026), jumlah dam yang telah dibayarkan jemaah tercatat mencapai 126.832 hadyu.

Dari total tersebut, sebanyak 90.956 dam akan disembelih di Tanah Suci melalui program Adahi, 32.691 dipotong di Indonesia, 3.195 jemaah memilih menjalankan puasa, sementara 1.076 lainnya menunaikan haji ifrad.

"Dalam sejarah perhajian, tidak ada data yang bisa serapi ini. Tahun sebelumnya yang terdata hanya sekitar 10 ribu. Tahun ini melonjak secara tertib sampai 126 ribu," ujar Dahnil di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia yang Hilang di Arab Saudi Ditemukan Wafat, Ini Fakta Muhammad Firdaus

Ia menerangkan, proses pemotongan dam di Tanah Suci dijadwalkan dimulai pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026, melalui skema Adahi.

Pelaksanaannya akan dipantau langsung oleh perwakilan Kemenhaj bersama wartawan sebagai upaya menjaga transparansi bagi publik maupun jemaah.

"Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya. Ada perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai representasi dari jemaah yang memotong di Tanah Suci," katanya.

Kemenhaj turut memastikan jemaah yang membayar dam melalui Adahi akan memperoleh pemberitahuan melalui aplikasi Nusuk.

Baca Juga: Ekspor Indonesia Bakal Berubah Total? Rencana Prabowo Ini Tuai Pro dan Kontra

Lewat notifikasi tersebut, jemaah dapat memantau status pembayaran hingga proses pemotongan hadyu secara real time.

"Informasi bahwa hadyu jemaah sudah dipotong akan muncul melalui notifikasi di HP jemaah pada aplikasi Nusuk," jelas Dahnil.

Adapun dam yang dipotong di Indonesia sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing jemaah, baik melalui lembaga yang dipercaya maupun dilakukan di daerah asal.

Pemerintah tetap menghargai pilihan fikih dan keyakinan setiap jemaah dalam menjalankan ibadah dam.

Lebih jauh, Dahnil menyebut sebagian besar daging dam jemaah Indonesia yang dipotong di Tanah Suci nantinya akan dikemas dan disalurkan kepada masyarakat Palestina melalui koordinasi dengan Adahi serta Pemerintah Arab Saudi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kami sudah meminta kepada Adahi dan secara khusus kepada Pemerintah Saudi Arabia agar daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina," ujarnya.

Menurut Dahnil, kebijakan tersebut menjadi bentuk kepedulian Indonesia terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperluas manfaat ibadah dam jemaah haji Indonesia.

"Ini seiring dengan perintah Presiden untuk memberikan atensi lebih tinggi kepada saudara-saudara kita di Palestina. Presiden berharap daging dam jemaah haji Indonesia dapat didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan," pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.