200 Candi Kecil di Prambanan Terbengkalai, DPR Usul Dana Fantastis hingga Rp 1 Triliun

AKURAT BANTEN - Lambannya proses pemugaran cagar budaya di kawasan Candi Prambanan menjadi sorotan serius.
Pasalnya, di area kompleks tersebut terdapat sekitar 200 candi kecil (perwara) yang membutuhkan restorasi dalam waktu dekat agar kondisinya tidak semakin rusak.
Menurut Ketua Panja Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, biaya rekonstruksi satu unit candi kecil diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Dengan pola pemugaran yang masih berjalan satu candi setiap tahun, proses penyelesaian seluruh kawasan Prambanan diprediksi memakan waktu sangat panjang.
Baca Juga: Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp 5.800 Triliun, Pemerintah Siapkan Jurus AI Nasional
Karena itu, Komisi X mendorong langkah percepatan melalui tambahan anggaran dalam jumlah besar, mulai dari puluhan miliar rupiah hingga mencapai Rp1 triliun guna menjaga warisan sejarah bangsa yang bernilai tinggi.
"Mungkin saja kita gelontorkan dengan sebuah percepatan, misalnya kita keluarkan anggaran signifikan dulu. Orang mungkin bertanya masa anggaran besar hanya untuk candi, tapi ini adalah sejarah besar berdirinya republik ini, tonggak perjalanan bangsa yang juga destinasi wisata internasional," ujar MY Esti.
Selain keterbatasan dana, tantangan lain yang dihadapi di lapangan ialah minimnya regenerasi tenaga ahli pemugar yang menguasai "ilmu titen", yakni kemampuan berbasis pengalaman panjang untuk mengenali dan menyusun batu-batu candi secara akurat dan presisi.
Legislator asal Dapil DIY tersebut juga meminta pemerintah mengevaluasi sistem rekrutmen agar praktisi lokal dengan keahlian langka ini dapat kembali dilibatkan secara resmi tanpa terkendala aturan birokrasi yang terlalu kaku.
Baca Juga: Komdigi Resmi Blokir Polymarket, Platform Prediction Market Berbasis Kripto Diduga Judi Online
"Tidak ada regenerasi lagi, karena tidak ada perekrutan kalau perekrutannya dibuat sistem seperti dulu lagi. Hal ini memungkinkan untuk bisa menarik mereka yang selama ini sudah ikut ambil bagian dengan ilmu titennya. Dengan pengalamannya, itu akan membantu pengerjaan lebih cepat di dalam proses penyusunan kembali candi," urainya.
Di sisi lain, Komisi X turut menyoroti tingginya biaya tiket masuk kawasan Candi Prambanan bagi pelajar dalam negeri.
Mereka meminta pengelola, PT Taman Wisata Candi (TWC), menyusun skema tarif khusus yang lebih terjangkau bagi siswa sekolah.
"Harapannya pengelola bisa memberikan kemudahan bagi anak anak pelajar domestik kita untuk mengetahui sejarah. Jadi mereka tidak sekadar melihat batu, tetapi memahami proses filosofi dan kesejarahannya mengapa ini harus dipertahankan," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







