Ancaman OPM di Awimbon Memanas Puluhan Warga Dievakuasi TNI dari Kampung Kawe

AKURAT BANTEN - Situasi keamanan di wilayah Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, kembali menjadi perhatian setelah muncul ancaman dari kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Kondisi tersebut membuat puluhan warga memilih meninggalkan Kampung Kawe demi menyelamatkan diri dari potensi gangguan keamanan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Komando Operasi TNI Habema bergerak cepat dengan melakukan proses evakuasi terhadap masyarakat yang berada di kawasan rawan tersebut.
Baca Juga: Inovasi Baru Polri: ETLE Pakai Face Recognition, Pelanggar Lalu Lintas Tak Bisa Lagi Sembunyi
Sebanyak 44 warga bersama lima awak long boat berhasil dipindahkan dari Kampung Kawe menuju Pelabuhan Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel.
Evakuasi dilakukan menggunakan tiga unit long boat yang diberangkatkan dari wilayah Distrik Awimbon.
“Sebanyak 44 warga bersama 5 awak long boat tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel menggunakan tiga unit long boat dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon,” ujar Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.
Setelah tiba di Pelabuhan Tanah Merah, seluruh warga langsung mendapatkan pengamanan dari aparat gabungan.
Petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan, pendataan identitas, hingga pengawasan lanjutan untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib.
Menurut Wirya, langkah evakuasi itu merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang berada di tengah ancaman konflik bersenjata.
Baca Juga: Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas di Pamulang, Diduga Dipicu Perebutan Rumah Warisan
TNI bersama aparat terkait disebut terus memantau perkembangan situasi guna mencegah adanya gangguan keamanan susulan di wilayah tersebut.
“Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus berupaya memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta meningkatkan langkah-langkah pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan, maupun tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa terhadap masyarakat sipil oleh kelompok separatis bersenjata OPM,” katanya.
Selain melakukan evakuasi, aparat keamanan juga meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.
Baca Juga: Inovasi Baru Polri: ETLE Pakai Face Recognition, Pelanggar Lalu Lintas Tak Bisa Lagi Sembunyi
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih berada di wilayah Pegunungan Bintang dan daerah sekitarnya.
Aktivitas pengawasan turut diperketat guna mengantisipasi potensi pergerakan kelompok bersenjata di jalur-jalur yang biasa dilalui warga.
Situasi di Distrik Awimbon sendiri disebut berdampak terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi warga setempat.
Baca Juga: Inovasi Baru Polri: ETLE Pakai Face Recognition, Pelanggar Lalu Lintas Tak Bisa Lagi Sembunyi
Ketegangan keamanan membuat sebagian warga memilih membatasi perjalanan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Koops TNI Habema bersama aparat gabungan kini terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.
Pemerintah dan aparat keamanan juga memastikan langkah pengamanan akan terus dilakukan demi melindungi masyarakat sipil dari ancaman kekerasan.
Baca Juga: Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas di Pamulang, Diduga Dipicu Perebutan Rumah Warisan
Komitmen tersebut ditegaskan sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah Papua Pegunungan.
Dengan pengamanan yang diperketat, aparat berharap masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal tanpa rasa takut akibat ancaman gangguan keamanan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









