Banten

Fakta Baru Blackout Sumatera, Polisi Ungkap Penyebab Utama Pemadaman Listrik Massal

Viona Sebastian Nolani | 27 Mei 2026, 14:49 WIB
Fakta Baru Blackout Sumatera, Polisi Ungkap Penyebab Utama Pemadaman Listrik Massal
Warga Pulau Sumatera mengalami blackout pada 22 Mei 2026. (X/iPopBase )

AKURAT BANTEN - Bareskrim Polri menyatakan tidak menemukan tanda-tanda sabotase dalam peristiwa blackout massal yang sempat melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Polisi menduga gangguan teknis akibat cuaca ekstrem menjadi faktor utama pemicu padamnya listrik secara luas di berbagai daerah.

Wakabareskrim Polri Inspektur Jenderal Polisi Nunung Syaifuddin menjelaskan hasil penyelidikan sementara mengarah pada adanya gangguan transmisi di jaringan Sutet 275 KV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh yang berada di wilayah Jambi.

Gangguan pada jaringan tersebut diduga dipicu kondisi cuaca buruk yang memengaruhi kestabilan frekuensi dan tegangan listrik, sehingga menyebabkan pemadaman berantai di sejumlah kawasan di Pulau Sumatera.

Baca Juga: Terbongkar! Kantor Scam Internasional Berkedok Perusahaan Resmi di Solo Baru Raup Rp 41 Miliar

"Dugaan itu diperkuat oleh keterangan saksi yang kita temukan, masyarakat sekitar lokasi kejadian, menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi," ujar Nunung dalam konferensi pers, dikutip Viva, Senin (25/5/2026).

Selain faktor cuaca ekstrem dan hembusan angin kencang, polisi juga mendalami dugaan adanya panas berlebih akibat sambungan kabel yang longgar hingga menimbulkan rongga pada jaringan transmisi listrik.

Tarikan kabel dan getaran yang terjadi saat cuaca buruk disebut turut menjadi salah satu penyebab yang diduga memicu putusnya kabel transmisi tersebut.

Kondisi itu kemudian membuat frekuensi serta tegangan listrik menjadi tidak stabil hingga menyebabkan sejumlah pembangkit listrik mengalami trip secara berantai.

Baca Juga: Jurnalis BMC Tangerang Bagikan Daging Kurban: Sopir Angkot, Ojol dan Pedagang Kecil Tersenyum

Dampaknya, beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan sempat mengalami pemadaman listrik massal dalam waktu bersamaan.

Meski ditemukan gangguan pada jaringan transmisi, polisi memastikan kondisi fisik tower transmisi di titik awal gangguan masih relatif baik dan tidak mengalami kerusakan berat.

Nunung pun membantah berbagai spekulasi yang menyebut blackout di Sumatera dipicu aksi sabotase.

"Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout," ungkapnya.

Ia menjelaskan hasil pemeriksaan kabel transmisi yang putus menunjukkan bentuk kerusakan menyerupai serabut, bukan potongan rapi yang identik dengan tindakan pemotongan sengaja.

"Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," tuturnya.

Sementara itu, PLN memastikan kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sumatera kini sudah kembali normal sepenuhnya setelah proses pemulihan dilakukan.

"Saat ini kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sumatera telah berhasil dipulihkan sepenuhnya," kata Nunung.

Polisi juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu yang mengaitkan blackout dengan dugaan sabotase.

"Oleh karena itu, kami tekankan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak resah, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," tegas Nunung.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.