Banten

Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Viral, Bahlil Lahadalia Akui Ingin Bertemu dan Traktir Sang Pembuat

Cristina Malonda | 30 Mei 2026, 10:28 WIB
Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Viral, Bahlil Lahadalia Akui Ingin Bertemu dan Traktir Sang Pembuat
Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng Viral, Bahlil Lahadalia Akui Ingin Bertemu dan Traktir Sang Pembuat (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Lagu viral berjudul MBG yang ramai diperbincangkan di media sosial, mencuri perhatian publik karena memuat lirik unik bertuliskan “MBG” yang disebut sebagai singkatan dari Mas Bahlil Ganteng.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara terkait lagu viral tersebut.

Respons Bahlil terhadap lagu viral itu terungkap melalui video yang diunggah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, pada Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga: Dua Komandan Hamas Tewas, Iran Sebut Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Israel Masih Ada

Dalam video tersebut, Bahlil mengaku penasaran dengan sosok di balik lagu yang viral di berbagai platform media sosial itu. Ia bahkan menyampaikan keinginannya untuk bertemu langsung dengan penciptanya.

“Saya minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan. Saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan karena penasaran juga saya,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, kemunculan lagu MBG merupakan bentuk kreativitas yang muncul secara alami dari masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga: BRIN Bongkar Modus Food Fraud, Teknologi Canggih Ini Bisa Deteksi Pangan Palsu dan Non-Halal

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui proses pembuatan lagu tersebut, namun tetap memberikan apresiasi atas kreativitas yang berkembang di ruang digital.

“Saya sendiri enggak tahu, dan itu alami sekali. Saya juga penasaran siapa yang membuatnya. Kalau boleh, saya ingin sekali bertemu,” kata Bahlil.

Bahlil menilai media sosial telah menjadi wadah penting bagi anak muda untuk mengekspresikan ide dan kreativitas. Namun, ia juga mengingatkan agar kebebasan berekspresi tetap digunakan secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Proyek LRT Bogor Kembali Dibahas, KAI Ungkap Alasan Pentingnya Ekstensi Jalur

Menurutnya, kreativitas di media sosial sebaiknya tidak mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Socmed itu penting di era demokrasi, tetapi kalau boleh dipergunakan secara terukur. Jangan sampai masuk ke wilayah SARA karena bisa memicu terganggunya soliditas sesama anak bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, kreativitas harus tetap dihargai selama berada dalam koridor yang positif dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan sosial.

Baca Juga: Prabowo Terbang ke Paris Usai Undangan Macron Tertunda, Ini Agenda Pentingnya

Di sisi lain, Bahlil mengakui bahwa menjadi pejabat publik berarti harus siap menerima berbagai bentuk respons masyarakat, termasuk kritik, candaan, maupun ekspresi kreatif yang muncul melalui media sosial dan karya seni seperti lagu.

“Ya, risiko pejabat publik harus menerima semuanya,” pungkasnya.

Fenomena lagu MBG sendiri menunjukkan bagaimana media sosial mampu mengangkat karya kreatif menjadi viral dalam waktu singkat. Respons santai sekaligus terbuka dari Bahlil pun menuai perhatian warganet dan semakin membuat publik penasaran dengan sosok pencipta lagu tersebut. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.