ART Tewas dengan Luka Melepuh di Bogor, Tiga Rekan Kerja Diduga Aniaya Korban karena Charger Hilang

AKURAT BANTEN - Kasus kematian tragis seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial RR (26) mengguncang warga Kabupaten Bogor setelah korban diduga menjadi sasaran penganiayaan yang dilakukan oleh tiga rekan kerjanya sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah yang berada di kawasan Perumahan Kota Wisata, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden itu diduga dipicu oleh hilangnya charger jam tangan milik majikan mereka.
Korban yang ditanya mengenai keberadaan barang tersebut mengaku tidak mengetahui di mana charger itu berada.
Keterangan tersebut justru memicu kecurigaan dan kemarahan para pelaku.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan bahwa korban bersama tiga ART lainnya sempat berupaya mencari charger yang hilang di berbagai bagian rumah.
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang ke Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Larangan Bawa Air Zamzam di Koper
“Korban mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut. Korban bersama tiga ART lainnya kemudian berupaya mencari charger yang hilang di berbagai sudut rumah, tetapi barang tersebut tidak ditemukan,” kata Edison.
Namun, pencarian yang tidak membuahkan hasil membuat situasi semakin memanas.
Salah seorang terduga pelaku disebut melontarkan ancaman kepada korban.
Pelaku mengancam akan menyiram korban menggunakan air panas apabila charger yang dicari tidak kunjung ditemukan.
Menurut polisi, ancaman tersebut tidak berhenti sebagai ucapan semata.
Sekitar satu jam kemudian, tindakan kekerasan itu diduga benar-benar dilakukan.
Baca Juga: Marc Marquez Buka-bukaan Soal Cedera, Ternyata Bukan Kaki yang Jadi Masalah Utama
Korban kemudian diduga dibawa ke kamar mandi oleh ketiga pelaku.
Di lokasi tersebut, korban disiram air panas secara bergantian hingga mengalami luka serius pada tubuhnya.
Setelah tindakan itu terjadi, korban tidak langsung mendapatkan pertolongan yang layak.
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang ke Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Larangan Bawa Air Zamzam di Koper
Ia justru ditinggalkan di dalam kamar mandi selama kurang lebih 15 menit.
“Setelah kejadian, korban ditinggalkan di kamar mandi selama sekitar 15 menit sebelum ditemukan dalam kondisi kulit melepuh,” kata dia.
Ketika melihat kondisi korban yang memburuk, para pelaku disebut memindahkannya ke kamar ART.
Mereka kemudian mengganti pakaian korban dan memberikan perawatan seadanya.
Meski demikian, kondisi kesehatan RR terus menurun dari hari ke hari.
Laporan mengenai kematian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian yang mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi.
Dari lokasi kejadian, petugas turut mengamankan beberapa barang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
“Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa ember, gayung, dan obat nyamuk semprot,” ujarnya.
Penyidik menduga aksi kekerasan itu dilatarbelakangi rasa kesal para pelaku karena korban tidak dapat menunjukkan keberadaan charger jam tangan milik majikan yang hilang.
Saat peristiwa berlangsung, pemilik rumah diketahui sedang berada di luar kota sehingga tidak menyaksikan maupun mengetahui kejadian tersebut secara langsung.
Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, termasuk memastikan keterlibatan dan tanggung jawab masing-masing pelaku dalam kasus yang menyebabkan korban kehilangan nyawa tersebut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







