Miris! Bocah 7 Tahun Dianiaya dan Ditinggal di Pasar, Polisi Buru Sang Ayah yang Diduga Pelaku

AKURAT BANTEN - Kasus tragis menimpa MK, seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Bocah malang itu diduga menjadi korban kekerasan berat yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.
Kini, tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan tengah memburu pelaku yang diduga kabur usai meninggalkan korban.
Baca Juga: Hati-hati! Merokok Sembarangan di Jakarta Bisa Kena Denda Rp250 Ribu, Ini Detail Aturan Barunya
"Ya, masih didalami dan ditelusuri," kata Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah, saat dikonfirmasi Kamis, 12 Juni 2025.
Nurul mengatakan bahwa proses penyelidikan terhadap pelaku berjalan beriringan dengan upaya pemulihan fisik dan psikologis korban. Saat ini, prioritas utama tim kepolisian adalah memastikan keselamatan dan perlindungan anak, sambil menghindari penyebaran informasi yang bisa membingungkan publik.
Baca Juga: Saksi Bongkar Praktik 'Pengamanan' Situs Judi Online di Kominfo Diduga Diketahui Menteri
“Semua akan disampaikan nanti secara lengkap, supaya tidak ada informasi yang simpang siur,” ucap jenderal bintang satu itu.
Baca Juga: KPK Usut Dugaan Pemerasan TKA, Cak Imin hingga Ida Fauziyah Berpotensi Diperiksa
MK pertama kali ditemukan pada Rabu, 11 Juni 2025, dalam kondisi kurus dan lemah, tergeletak di lantai pasar, tepatnya di dekat Kios Ramayana. Warga yang melihat langsung menghubungi petugas Satpol PP, yang kemudian membawa MK ke Puskesmas Cipulir 2.
Dalam kondisi trauma, bocah tersebut mengaku telah dibakar, dibacok, dan hanya diberi makan satu sendok nasi setiap hari oleh ayahnya di Surabaya sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta.
Melihat kondisinya yang memprihatinkan, MK segera dirujuk ke RSUD Kebayoran Lama. Setelah mendapat penanganan medis, kondisinya perlahan mulai membaik. Brigjen Nurul pun turun langsung memantau kondisi korban di rumah sakit dan menyebut MK sudah mulai bisa diajak berbicara.
Demi memastikan proses pemulihan fisik dan psikis yang lebih intensif, MK kini dipindahkan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Keputusan ini diambil berdasarkan koordinasi lintas lembaga, termasuk Dinas Sosial, lurah setempat, serta Komnas Perlindungan Anak yang ikut memantau langsung perkembangan kasus ini. Pihak kepolisian terus menelusuri keberadaan sang ayah dan memastikan bahwa pelaku akan segera diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










