Prabowo Murka! Program Makan Gratis Dikorupsi 'Amatiran', Anggaran Malah Mengalir ke Motor Listrik Rp1 T

AKURAT BANTEN– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi tonggak kesejahteraan generasi masa depan Indonesia justru dicoreng oleh aksi lancung oknum pejabatnya.
Presiden Prabowo Subianto dilaporkan meradang dan murka besar setelah mengetahui program unggulan yang ia kawal ketat justru dijadikan bancakan korupsi dengan modus yang dinilai sangat "amatiran".
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) secara blak-blakan membongkar bagaimana dana yang seharusnya menjadi hak gizi anak-anak sekolah, justru habis diputar untuk proyek pengadaan barang yang tidak masuk akal.
Modus 'Jadul' Penjahat Amatiran
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mengungkapkan keprihatinannya atas mentalitas para tersangka yang dinilai hanya memanfaatkan kedekatan dengan kekuasaan untuk meraup keuntungan pribadi secara instan melalui manipulasi tender.
Kita prihatin sebenarnya, kok masih ada saja pejabat yang korupsi. Dan cara korupsinya pun, menurut versi saya, itu adalah cara yang sangat amatiran. Mereka hanya mengejar tender pengadaan agar bisa mendapatkan komisi (kickback), ujar Boyamin Saiman.
Meski nilai proyek yang dikorupsi bernilai raksasa, teknik yang digunakan para tersangka tergolong sangat klasik dan kasar, mulai dari mengondisikan pemenang tender, mendirikan yayasan bodong, hingga melakukan penggelembungan harga (mark-up) yang mengorbankan kualitas makanan di lapangan.
Baca Juga: Bikin Telinga Berdenging Seharian, Vuvuzela Tak Lagi Diizinkan di Piala Dunia 2026
Anggaran Gizi Bocor ke Motor Listrik Rp1 Triliun
Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jampidsus kini telah menetapkan tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka, termasuk eks Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
Bukan digunakan untuk membeli susu, telur, atau daging berkualitas bagi anak sekolah, aliran dana rasuah ini justru tersedot ke belanja operasional yang "ajaib" dan di luar nalar sehat, di antaranya:
21.801 unit motor listrik dengan nilai fantastis mencapai Rp1,03 triliun (yang belakangan terungkap vendornya fiktif, tidak memiliki dealer resmi maupun bengkel).
31.994 unit tablet dan 5.400 unit televisi 75 inci yang tidak relevan dengan kebutuhan dapur gizi.
32.000 pasang sepatu hingga pengadaan kaos kaki.
Dampak nyata dari pemotongan anggaran gizi ini pun mulai memicu petaka di lini bawah, di mana sejumlah kasus keracunan makanan dilaporkan menimpa siswa penerima manfaat akibat penurunan standar kualitas bahan pangan.
Baca Juga: Saat Pelatih Lain Mulai Khawatir, Tuchel Justru Santai Hadapi Ancaman Cuaca Piala Dunia 2026
Merasa 'Tak Tersentuh', Kalkulasi Pelaku Meleset Jauh
Boyamin menilai, keberanian para tersangka melakukan korupsi secara vulgar lahir dari rasa percaya diri yang keliru. Mereka merasa berada di lingkaran elit dan dekat dengan pusat kekuasaan.
Mereka merasa hebat, merasa tidak tersentuh karena dekat dengan kekuasaan, merasa diangkat oleh Pak Prabowo. Padahal Pak Prabowo juga marah dalam kasus ini karena merasa dikhianati. Namanya dicemarkan. Disuruh menjaga program unggulan, tapi ternyata malah korupsi! tegas Boyamin.
Kini, pertaruhan besar ada di tangan hukum. Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, dikabarkan siap mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC).
Jika dikabulkan, Sony siap "bernyanyi" untuk membongkar tuntas siapa saja aktor intelektual dan penikmat aliran dana haram motor listrik Rp1 triliun yang telah mengkhianati jutaan anak sekolah di Indonesia.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







